April 12, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Jumat, 12 April 2019

Jumat, 12 April 2019
HARI JUMAT PEKAN V PRAPASKAH
Yer.20:10-13
Mzm.18:2-3a,3bc-4,5-6,7
Yoh.10:31-42

ALLAH PENOLONGKU

Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh [ay.10]

Dalam perkara dunia: usaha, politik maupun perkara hidup menggereja: pelayanan, bisa ditemui soal sahabat yang mengintai dan dengan sengaja menjegal agar kita terjatuh. Iri hati yang sering menjadi pangkal dari perkara ini.

Tetaplah bersabar dan tersenyumlah, jangan membalas, tak perlu sakit hati. Menjadi hamba Tuhan hidup kita juga berhadapan dengan kemudahan dan kesulitan… terang dan gelap. Biarlah Tuhan yang berperkara bagi kita.

Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. [ay.12]

Apa yang terjadi dengan Yesus? Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus [ay.31] karena Yesus mengaku Anak Allah, Dia dianggap menghujat Allah. Mereka picik, menutup mata dan hati mereka akan pekerjaan-pekerjaan Allah yang telah diperbuat-Nya: mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, menggandakan 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang, membangkitkan orang mati dan banyak lagi yang Dia perbuat.

Orang-orang Yahudi menutup mata dan hatinya, mereka tidak melihat Yesus sebagai teladan dan pintu masuk dalam berelasi dengan Bapa. Yesus menyamakan diri dengan Allah mau menunjuk pada kehidupan-Nya yang paling dalam, “Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Bapa”[ay.38]

Bagi umat biasa, mungkin kita pun tidak memahami. Jika kita hanya memakai akal budi/ pikiran. Bukalah hati dan mohon terang Roh Kudus, agar kita mampu melihat Yesus yang datang memanggil dan mengajak setiap umat masuk melalui pintu yaitu diri-Nya untuk sampai kepada Bapa. Yesus adalah tanda keselamatan dengan hidup, karya dan kesaksiannya.

Kita semua dipanggil untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan dengan iman dan kesaksian hidup kita sebagai umat kristiani. Kesatuan Bapa dan Putera, menjadi pusat kehidupan bagi umat kristiani. Kita digerakkan oleh Roh mengambil bagian dalam hidup ilahi ini.

Refleksi:
Sudahkah kita mampu menjadi sahabat yang mengasihi bukan menghakimi? Sudahkah kita mengambil bagian dalam karya penyelamatan lewat kesaksian hidup?

 

Alice Budiana / Tim KKS