June 7, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Jumat, 7 Juni 2019

Jumat, 7 Juni 2019
Pekan VII Paskah

Kisah Para Rasul 25:13-21;
Yohanes 21:15-19.

Petrus dan Paulus, dua tokoh istimewa dalam Kisah Para Rasul.  Ketika mengunjungi Basilika St Petrus  di Vatikan, melihat begitu banyaknya peziarah dari berbagai negara, membuat aku bangga menjadi seorang Katolik.  Basilika yang begitu indah yang dibangun pada tahun 326 atas perintah Kaisar Kristen pertama, Konstantin 1, kemudian mengalami kerusakan sampai dibangun kembali pada tahun 1506 pada masa Paus Julius II.   Ketika memasuki pintu utama kita di sambut dengan patung Pieta buatan  Michelangelo yang sangat terkenal.  Tradisi mengatakan Basilika terbesar di dunia ini merupakan tempat Santo Petrus disalibkan dan dikuburkan.  Kuburan Santo Petrus terletak di bawah altar utama.  Jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus membawanya menjadi Paus pertama, “(‘Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?’)  Jawab Petrus kepada-Nya: (‘Benar Tuhan, Engkautahu, bahwa aku mengasihi Engkau’).  Kata Yesus kepadanya: (‘Gembalakan domba-domba-Ku’)”.  Yesus mengajukan pertanyaan sampai tiga kali untuk menyatakan betapa pentingnya mengasihi-Nya, untuk menguji Petrus yang pernah menyangkalnya tiga kali. Dosa Petrus telah diampuni oleh Yesus sehingga Petrus ditugaskan memimpin Gereja-Nya.   Orang yang telah berdosa dapat melakukan hal besar jika mau bertobat dan dengan rendah hati mengakui kelemahannya.

Basilika St Paulus terletak di luar tembok kota Roma.  St Paulus dieksekusi dengan cara dipenggal kepalanya di Roma pada jaman Kaisar Nero berkuasa.  Di atas makamnya, didirikan gereja yang merupakan basilika kedua terbesar setelah basilika St Petrus.  Paulus adalah rasul besar yang sangat berjasa menyebarkan ajaran Kristus.  Basilika yang megah ini adalah bukti penghormatan nyata atas jasa-jasanya. Mengunjungi tempat ini mengingatkan kita akan perjuangan serta pengorbanannya yang luar biasa demi gereja, demi kita semua.  Paulus begitu setia kepada Yesus yang hidup dan masih hidup sampai saat ini,“Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup” (Kis 25: 19).

Tugas dan pelayanan adalah ungkapan persembahan diri kita, identitas kita sebagai Pengikut Kristus. Pertanyaan Yesus kepada Petrus adalah pertanyaan kepada diri kita,  “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? …..Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: (‘Ikutlah Aku’)” (Yoh 21:17.19).  Setelah mengikuti Yesus, kita tidak lagi bertindak atas kemauan sendiri, melainkan mesti mengikuti kehendak-Nya.  Saat kita menjawab mengasihi-Nya, kita siap untuk bekerja dituntun oleh Yesus.  Tugas, kesetiaan dan tanggung jawab yang harus kita hadapi kadang bertentangan dengan keinginan kita.  Karena kasih kita kepada Yesus maka kita harus siap kehilangan yang kita senangi dan menyangkal diri melakukan hal yang  tidak kita sukai. Identitas sebagai Pengikut Kristus harus kita hidupi dalam penziarahan kita di dunia ini dengan rendah hati dan selalu mengandalkan Yesus.

Doa: Yesus ampuni dosaku yang kerapkali menyangkal-Mu dan berikalah aku Hikmat untuk selalu mengasihi-Mu dan melakukan kehendak-Mu.

 

Rosita Djuwana/Tim KKS