September 7, 2018 Renungan Harian Y-Admin Share Articles
Jumat, 7 September 2018

HARI JUMAT BIASA XXII
7 September 2018

1 Kor.4:1-5
Luk.5:33-39

ANGGUR BARU DALAM KANTONG YANG BARU

Yesus pernah berkata, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya”. Yesus menamakan dirinya pokok anggur yang benar sebagai pilihan Bapa-Nya. Mengapa demikian? Karena Yesus selalu menghasilkan anggur yang baru. Ajaran Yesus selalu benar dan selalu baru, apa yang diajarkan disesuaikan dengan zaman, lokasi, siapa yang Dia hadapi. Bagaikan anggur yang diperas dari panenan yang baru akan memiliki aroma dan warna yang baru, berbeda dari anggur yang lama. Maka anggur yang baru haruslah disimpan dalam kantong yang baru pula.

Begitu pula orang-orang yang menerima ajaran Yesus yang baru hendaknya berubah menjadi manusia baru. Jangan tetap tinggal diam sebagai manusia-manusia lama. Manusia baru harus tetap setia pada semangat Yesus, jangan membiarkan dirinya kembali sebagai pemalas, pendusta, pemabuk, pendosa, dsb.

Dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Korintus mengingatkan kita dipanggil sebagai hamba-hamba Kristus, kita dipercayakan rahasia Allah. Hendaknya kita membuka hati terhadap panggilan Allah. Mau mendengarkan dengan taat dan senantiasa siap diutus-Nya.

Menjadi hamba berarti kita taat dan setia pada majikan kita yang adalah Kristus. Tidak memiliki rencana sendiri kecuali hanya taat dan setia pada kehendak Tuhan.

Refleksi:
Apakah hidupku sudah menjadi hamba Tuhan yang taat dan setia?

Mari meneladani Bunda Maria yang mampu berkata Ecce Ancilla Domini, fiat mihi secundum verbum Tuum. [Akulah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu]

Alice Budiana / Tim KKS.