November 19, 2020 Renungan Harian N Admin Share Articles
Kamis, 19 November 2020

Kamis, 19 November 2020
Pekan Biasa XXXIII
Bacaan 1              :Why 5:1-10
Mazmur               : Mzm149: 1-6a. 9b
Bacaan Injil         : Luk19: 41-44

 

Kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.” (Luk 19: 42)

Orang-orang di Yerusalem sudah gelap mata tidak bisa lagi melihat mana yang utama dan terutama yaitu damai Sejahtera. Yesus datang ke Yerusalem untuk mempertobatkan mereka. Alih-alih kedatangan Yesus disambut, malah mereka menyalibkan-Nya.

Karena begitu besar kasih-Nya kepada umat Israel Ia rela disesah dan disalib orang yang berdosa yang menurut pandangan orang-orang yang menyalibkan-Nya, padahal Ia tidak sedikitpun berbuat dosa. Ia yang direndahkan serendah-rendahnya sampai tidak ada lagi yang lebih rendah dari pada penyaliban itu.

 ”dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”  (Luk 19: 44) Kesedihan Yesus bukan saja karena kedosaan umat Israel yang tidak menanggapi Yesus sebagai sang Mesias tetapi karena Kasihnya yang begitu besar kepada umat Israel Yesus sangat sedih melihat dan mengetahui akibat dari dosanya itu. Mereka tidak tahu kapan waktunya Allah datang melawat mereka, ketika Allah melawat disaat mereka belum bertobat maka binasalah mereka semua tidak bersisa, tidak ada satu tempat apapun diatas bumi ini dimana tempat untuk berlindung seperti bagaimana digambarkan suatu tembok runtuh sampai rata dengan tanah yang tidak ada satupun batu yang berada diatas batu yang lain, hancur sehancur-hancurnya. Tetapi Allah maha pengasih, Ia tidak mau umat kesayangannya binasa oleh sebab itu Anak Domba yang Yesus Sendiri sebagai Putra Allah mengorbankan diri mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia supaya mereka tidak binasa.

 

Santoso W/Sie KKS paroki Kelapa Gading