October 25, 2018 Renungan Harian N Admin Share Articles
Kamis, 25 Oktober 2018

Kamis, 25 Oktober 2018
Hari Kamis Pekan Biasa XXIX
Efesus 3:14-21;Lukas 12:49-53.

Pada suatu kesempatan berpergian bersama sahabat-sahabat ke negara non Kristen dan sebagian besar adalahorangKatolik,  aku mengajak mereka ke gereja untuk misa hari minggu, tetapi jawabannya membuat aku merenung.  Pilihan menjadi orang Katolik haruslah diikuti oleh kesaksian hidup kita di segala situasi,  paling tidak menunjukan identitas dengan membuat tanda salib dan berdoa ketika makan.  Ketika orang Katolik mengangap identitas sebagai Pengikut Kristus tidaklah penting, makatiidaklah aneh kalau kita dianggap kafir oleh orang-orang yang  beragama lain yang merasalebih religius.

Yesus begitu  keras dalam pengajaran-Nya kepada murid-murid-Nya tentang beriman Katolik. Perikop Injil Lukas pada hari  ini, sungguh membuat kita tersentak, Yesus, Sang Raja Damai, “Karena Dialah damai sejahtera kita,..”(Ef 2:14), bersabda demikian kerasnya, “..Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan” (Luk 12:51).  Banyak orang yang mengartikan perikop ini secara harafiah, dan menghubung-hubungkan dengan kehidupan sehari-hari, ternyata memang banyak terjadi konflik di antara keluarga, terutama antara orang tua dan anaknya, “Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya,…” (Luk 12:53).

Yesus menegaskan bahwa mengikuti-Nya di tengah dunia yang penuh godaan, perlu adanya ketegasan dan kesetiaan, menjalankan ajaran-Nya atau tidak sama sekali, berani menjadi saksi-Nya,  bahkan bila terjadi pertentangan dalam  keluarga, relasi dengan Tuhan tidak boleh menjadi terhambat, bukan berarti keluarga tidaklah penting.Seringkali iman tidak bertumbuh karena kita diberatkan oleh urusan-urusan duniawi, padahal orang beriman harus tetap memilih Yesus.  Kita diminta untuk berani memperjuangankan Iman akan Yesus dalam segala situasi kehidupan, menjadi prioritas pertama dan utama, seperti doa Santo Paulus,  “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima nama-Nya” (Ef 3:14-15) dan “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan..” (Ef 3:20-21).

Sebagai Pengikut Yesus kita dihadapkan dengan satu kenyataan yang menguji kekuatan mental dan kesetiaan iman akan Kristus, yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, yang telah diutus Bapa ke dunia untuk menyalakan api, yang adalah lambang dari Roh Kudus, agar selalu menyala, “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala” (Luk 12:49). Apakah kita sudah menentukan pilihan untuk selalu setia kapada Yesus, memperjuangkan iman kita, sampai Ia kembali kelak?

Doa: Yesus yang baik, terima kasih atas firman-Mu untuk hari ini.  Jadikanlah kami pembawa damai dimanapun kami berada. Amin.

Rosita Djuwana/Tim KKS