January 3, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Kamis, 3 Januari 2019

Kamis, 3 Januari 2019
1 Yoh 2:29-3:6;  Mzm. 98:1 , 3cd-6;  Yoh. 1:29-34

Penulis injil Yohanes memulai bacaan injil hari ini denganlatar waktu ‘keesokan harinya’ mengingatkan akan awal kisah penciptaan dalam kitab kejadian sekaligus memberi pemahaman  kedatangan Yesus sebagai karya penciptaan Allah yang baru.

Pada hari pertama Yohanes berbicara tentang ‘terang’ (Yoh.1:1-9) yang berlawanan dengan kegelapan, sedangkan pada hari pertama awal penciptaan Allah berfirman untuk menjadikan ‘terang’ (Kej.1:3-5) yang membedakan siang dan malam.

Pada keesokan harinya (hari kedua) Yohanes berbicara tentang ‘Anak Domba Allah dan Anak Allah’ (Yoh.1:29, 34), sedangkan  pada hari kedua awal penciptaan Allah berfirman untuk menjadikan ‘cakrawala/langit’ (Kej.1:6-8) yang memisahkan air diatas dan dibawahnya, demikian seterusnya penciptaan bagi kehidupan dilanjutkan di hari-hari berikutnya.

Langit menggambarkan tempat kuasa Ilahi bertahta yang akan membendung bahkan menghancurkan kekuatan tidak baik (digambarkan sebagai air). Kisah air bah di Kej.7:11-12 menggambarkan hal tersebut, dimana tingkap-tingkap langit terbuka dan turun hujan lebat meliputi bumi 40 hari 40 malam lamanya. Seluruh makhluk ciptaan musnah kecuali kapal Nuh beserta isinya.

Gambaran ‘langit’ yang memiliki kuasa seperti itu yang ada di benak Pembaptis sebagai ‘Anak domba Allah’.Tetapi kini, Kuasa Ilahi itu telah turun menjelma menjadi manusia dan dekat dengan manusia serta diibaratkan sebagai ‘Anak domba’ kurban penghapus dosa dunia :“…..Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29).

Pemaknaan ‘kurban penghapus dosa’ dilatarbelakangi oleh dua unsur penting dalam alkitab Ibrani dan kehidupan beragama umat Yahudi. Pertama, Yesus ibarat Anak domba yang dikurbankan orang Israel pada malam sebelum meninggalkan Mesir (Kel.12) yang kemudian diperingati tiap tahun pada malam paskah orang Yahudi. Kedua, Yesus dikaitkan dengan sosok Hamba Tuhan yang menanggung dosa banyak orang dan yang diibaratkan juga sebagai anak domba yang dibawa ke tempat pembantaian (Yes.53:4-7, 12).

Kesaksian Yohanes memuncak dalam pengakuan bahwa Yesus adalah ‘Anak Allah’(Yoh.1:34). Anak Allah dalam pengertian ‘relasi’ yang akrab dan mendalam antara Anak dan Bapa. Ia berasal dari Allah, sejak awal mula telah bersama-sama dengan Allah, dan diutus untuk menyatakan Bapa kepada umat-Nya, dan memberi kita bagian dalam kehidupan Ilahi-Nya.

Dalam setiap perayaan Ekaristi, imam mengulangi  pengakuan akan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Kita semua berbahagia karena diundang ke dalam perjamuan-Nya karena telah diangkat beban dosanya dan dilahirkan kembali di dalam-Nya serta dianugerahi hidup baru sebagai anak-anak Allah.

Djoli Nizar / Tim KKS