April 15, 2018 Renungan Harian I Admin Share Articles
Minggu 15 April 2018

Hari Minggu Paskah III

Kis. 3:13-15, 17-19 ; 1Yoh 2:1-5a ; Luk. 24:35-48

 Kisah bacaan injil Lukas 24:35-48 merangkum 3 gagasan pokok yaitu Kebangkitan badan – Melihat dan Percaya – Perutusan.   Melihat kembali ke belakang saat wejangan perjamuan terakhir Yesus kepada para murid ( Yoh. 14:26-28), Yesus selain menjanjikan Roh Penghibur, juga mengatakan :..”Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,….” (Yoh 14:27), kemudian diteruskan : “Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu….” (Yoh 14:28). Dan kini Yesus merealisasikan janji-Nya tersebut, Ia yang telah pergi kepada BAPA, kini telah BANGKIT datang kembali menemui para murid melalui serangkaian penampakan kepada Maria Magdalena, Petrus dan murid yang dikasihi, 2 orang murid dalam perjalanan ke Emaus dan kemudian saat para murid dalam situasi ketakutan berkumpul dan mengunci diri dalam rumah , Yesus hadir menampakkan diri-Nya. Yesus tahu karakter para murid-murid-Nya, ada yang ragu, ada yang tidak percaya setelah Maria Magdalena menyampaikan kabar Yesus telah bangkit (Luk. 24:11), sehingga Yesus merasa perlu untuk mengembalikan ingatan para murid melalui perkataan maupun tindakan yang pernah Ia katakan dan lakukan saat bersama para murid.

Apa yang dilakukan Yesus dan apa yang terjadi kemudian?

Kata pertama yang Yesus sampaikan : “DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU !” (Luk. 24:36 –

pada injil Yohanes frasa ini disampaikan Yesus hingga dua kali – Yoh 20:19 ,21 ). Kata ini mengingatkan para murid akan wejangan Yesus pada perjamuan terakhir (Yoh.14:27).

Untuk lebih meyakinkan lagi, Yesus memperlihatkan dan mempersilahkan para murid meraba luka di tangan dan kaki-Nya (Luk.24:39-40). Para murid masih belum percaya lagi, Yesus masuk kembali melalui kehidupan sehari-hari para murid sebagai nelayan, Yesus meminta sepotong ikan dan memakannya (Luk. 24:41-43)

Setelah para murid kembali kepada kesadaran siapa di hadapan mereka, Yesus mulai membuka pikiran mereka kembali tentang apa yang tertulis dalam Kitab Suci, tentang penderitaan dan kebangkitan-Nya serta MENGUTUS para murid menjadi SAKSI kehidupan-Nya kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem (Luk. 24:44-48).

Apa refleksi yang bisa ditarik?

Ragu-ragu dan kurang percaya sering menghambat seseorang untuk bergerak lebih dekat kepada Yesus. Yesus secara tidak langsung juga mengajarkan bagaimana menjadi SAKSI yang baik bagi-Nya seperti kisah diatas sejak Yesus hadir, ucapan salam dan tindakan Yesus masuk kedalam kehidupan keseharian para murid serta warta Kitab Suci  membawa perubahan dahsyat, para murid yang tadinya mengunci diri dalam rumah dan ketakutan, berubah menjadi murid-murid yang bersukacita dan percaya.

“Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi”             (Kis.3:15)

 Djoli Nizar / Tim KKS