January 9, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Rabu, 9 Januari 2019

Rabu, 9 Januari 2019
HARI RABU BIASA Sesudah Penampakan Tuhan – C/I
1 Yoh.4:11-18
Mzm.72:2,10-11,12-13
Mrk.6:45-52

KASIH-NYA MENGUSIR KETAKUTAN

Pengalamanku saat pertama kali menjalani operasi, aku memang sangat amat penakut dengan semua tindakan medis. Bahkan disuntik pun aku takuut, apalagi menghadapi operasi. Sebelum masuk ke kamar operasi, suster membawa aku ke ruang yang disebut theater, aku ditinggal sendirian disitu. Rasa takut yang luar biasa meliputi aku di ruangan yang sangat dingiiin itu. Aku hanyadapat berdoa, memohon pertolongan Yesus memberiku keberanian menjalani operasi ini. Luar biasa apa yang aku alami saat itu, meskipun udara yang begitu dingiiiin tetapi tubuhku terasa hangat, saat itu aku sungguh merasakan kehadiran Yesus. Bagaikan dipeluk oleh-Nya, kasih-Nya mengusir semua rasa takut ku. Aku menjadi tenang, tidak ada rasa takut sedikitpun.

Saat suster datang akan membius,kukatakan mau bertemu dengan dokter yang akan operasi, ada yang mau aku sampaikan. Karena dokter masih di kamar operasi, aku menunggu lagi baru kemudian aku didorong ke kamar operasi dalam keadaan sadar, tanpa takut. Setelah aku bicara dengan dokter, kemudian tubuhku dipindahkan ke meja operasi dan dibius. Aku masih mendengar ucapan dokter berkata, baru kali ini ada pasien yang masih bisa tersenyum saat dipindahkan ke meja operasi. Ketakutanku seketika hilang, karena kasih Yesus menyelimutiku.

Kata Yesus kepada para murid: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”.Kalimat ini juga diucapkan Paus Johanes Paulus II diawal beliau menjadi pemimpin Gereja. Selama memimpin Gereja-Nya, Paus JP II senantiasa hanya mengandalkan Tuhan Yesus serta Injil-Nya.

Di dunia kini terjadi bencana dimana-mana, gempa bumi, tsunami, huru-hara, demo anarkis, berbagai kejahatan. Semua itu membuat manusia resah, hidup dalam ketakutan. Bagaimana manusia mampu mengatasi rasa takut hidup ditengah dunia saat ini?

Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Hanya kasih yang sempurna mampu melenyapkan ketakutan. Kasih Allah sempurna di dalam kita jika kita mempunyai keberanian yang penuh iman.

Refleksi:
Mampukah aku melihat Gereja sebagai Kristus yang berjalan diatas air, yang berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”.  Ataukah aku seperti para murid, yang melihat ajaran Gereja sebagai hantu yang menakutkan, yang membuat aku malah menjauh dari Gereja?

Alice Budiana / Tim KKS