April 13, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Sabtu, 13 April 2019

Sabtu, 13 April 2019
HARI SABTU PEKAN V PRAPASKAH
Yeh.37:21-28
MT Yer.31:10,11-12a,13
Yoh.11:45-5

KEMATIAN YESUS MEMBAWA PERSATUAN

Nubuat Imam Besar, Kayafas: “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa” [ay.49-50] Niat jahat Kayafas membunuh Yesus, untuk kepentingan kedudukan dia sebagai Imam Besar/ Imam Agung.

Satu orang mati untuk bangsa dalam rencana karya penyelamatan Allah memiliki arti yang berbeda. Tuhan menghendaki dan melaksanakan karya penyelamatan yang sudah disiapkan sejak Abraham, saat ia diminta mengorbankan anaknya, Ishak.

Yesus datang untuk melaksanakan korban roti-anggur dan korban Ishak dalam diri-Nya sendiri: Imam Agung Abadi yang menjadi Pengantara Kekal yang duduk di sisi kanan Bapa. Jadi… Lebih baik satu orang mati bagi seluruh bangsa, tetapi menurut rencana Bapa yaitu Karya keselamatan Allah.

Besok kita sudah memasuki Pekan Suci, merayakan Minggu Palma. Injil menulis: Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraimdan disitu Ia tinggal bersama murid-murid-Nya. Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat. [ay.54-55a]

Yesus tidak tampil lagi, Yesus menarik diri dari orang banyak, Ia mundur dari keramaian pergi ke daerah dekat padang gurun menjadi gambaran sebuah proses pertobatan menuju hidup baru sudah kita jalani selama lima minggu ini. Yang juga menjadi persiapan diri kita menghadapi puncak permenungan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya pada Tri Hari Suci 19-20-21 April mendatang.

Makna padang gurun dalam Kitab Suci Perjanjian Baru adalah sebuah tempat kering dan berbahaya, tempat tanpa air, tempat kediaman roh-roh jahat, tempat pencobaan oleh setan, tempat/tanah yang tidak diberkati Allah.

Bagi Yesus, padang gurun menjadi tempat yang penting sejak Dia tinggal disana.

Dalam Perjanjian Lama, padang gurun juga mempunyai makna suatu masa dalam sejarah yang digunakan Allah untuk mendidik umat-Nya. Perjalanan Musa membawa umat bertemu dengan Allah. [Kitab Keluaran]

Sejak awal mula Allah sudah punya rencana mempersatukan umat-Nya yang tercerai berai. Tuhan tidak menginginkan perpecahan diantara umat-Nya.

Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku[ay.27]

Bait Allah baru, beserta altar, imam dan korban, dalam diri Yesus Kristus yang akan merayakan peninggian-Nya di salib dan kemuliaan-Nyadalam kebangkitan pada hari minggu paskah nanti.

Refleksi:
Apakah kita sudah ikut ambil bagian dalam karya Kristus? Atau kita hanya menjadi umat yang mengagumi dan mengenang pengorbanan Kristus disalib dan ikut merayakan kebangkitan-Nya?

 

Alice Budiana / Tim KKS