October 27, 2018 Renungan Harian N Admin Share Articles
Sabtu, 27 Oktober 2018

Sabtu, 27 Oktober 2018
Hari Sabtu Pekan Biasa XXIX
Efesus 4:7-16; Lukas 13:1-9.

Melihat pohon buah-buahan di halaman rumah, sungguh membuat hati bahagia, menjadi hiburan dikala lelah, terlebih  pohon jeruk bali yang berbuah sepanjang tahun, dengan buahnya yang  menjulur ke arah pintu pagar, seakan menyambut kami pulang.  Keadaan ini sangat bertolak belakang dengan perumpaan yang diceritakan oleh Yesus, tentang pohon ara yang tidak berbuah, “…dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya….Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya.  Tebanglah pohoh ini!  Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” (Luk 13:6-7).

Memang sungguh mengecewakan melihat pohon yang  tumbuh tetapi tidak menghasilkan buah, bisa jadi karena kurang dirawat, diberi pupuk, apapun alasannya membuat pemilik rumah menjadi marah, pohon tersebut telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan untuk tumbuh dan berkembang lalu menghasilkan buah yang berlimpah.  Tetapi kali ini pemilik rumah tetap memberikannya kesempatan, sampai tahun depan, jika tidak berbuah, maka akan ditebang.

Begitupun dengan hidup manusia yang selalu diberi kesempatan untuk tumbuh dan  berkembang dan kemudianmenghasilkan buah yang berlimpah, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yoh 15:8).

Kitapun harus menggunakan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk bertumbuh dan berbuah, ternyata Tuhan masih sabar dengan kita walaupun kita tidak menghasilkan apa-apa seperti pohon ara itu, masih diberi kesempatan sampai tahun depan.  Kesempatan yang diberikan untuk berbuah  adalah suatu kesempatan untuk bertobat, memperbaiki relasi yang terputus dengan Tuhan karena dosa-dosa yang kita perbuat. Pertobatan harus menjadi gaya hidup yang terus menerus, memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus menginstropeksi diri, bertobat dan menghasilkan buah hidup yang menjadi berkat bagi banyak orang, sebelum terlambat, bersiap-siap menyambut kedatangan Anak Manusia.

Seruan Yesus untuk bertobat dan diselamatkan atau hukuman yang akan menimpa jika tidak berbuah, adalah pilihan kita, dimana Yesus selalu memberikan kebebasan, “…Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk 13:5).Menciptakan relasi yang indah dengan Yesus, agar hidup kita bertumbuh dan berbuah, adalah kewajiban kita sebagai Pengikut Yesus, “Sebaliknya dengan berpegang teguh pada kebenaran dalam kasih, kita bertumbuh dalam segala hal menuju Kristus Sang Kepala” (Ef 4:15).

Doa:  Tuhan Yesus yang baik, beri kami Rahmat agar dapat memperbaiki hidup lebih baik dari hari ke hari. Amin.

Rosita Djuwana/Tim KKS