January 5, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Sabtu, 5 Januari 2019

Sabtu, 5 Januari 2019
1 Yoh 3:11-21;  Mzm. 100:2-5;  Yoh. 1:43-51

Pada hari ke empat di awal karya-Nya, Yesus masih melanjutkan pemuridan-Nya. Kali ini giliran Filipus dan Natanael yang mengikuti Yesus. Ada sedikit perbedaan dengan pemuridan sehari sebelumnya terutama menyangkut tanggapan Natanael.

Filipus terlebih dahulu diajak Yesus untuk mengikuti Yesus saat Yesus hendak berangkat ke Galilea. Filipus dengan kesaksiannya kemudian mengajak Natanael  : “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (ay.45). Namun tanggapan Natanael berbeda dengan tanggapan murid lainnya pada hari sebelumnya, Natanael meragukan kesaksian Filipus, dan baru bisa diajak bertemu Yesus setelah ajakan kedua kalinya.

Dalam perjumpaan awal dengan Yesus, Yesus memberi pujian kepada Natanael: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (ay.47). Yesus terlihat berdialog dengan Natanael untuk mendapatkan kepercayaannya, hingga akhirnya keluar pengakuan dari Natanael: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (ay. 49) walaupun pemahaman Natanael akan ‘Raja orang Israel’ masih perlu diperjelas kembali bagi murid-murid dalam kisah injil selanjutnya karena pemahaman orang Yahudi pada saat itu masih tertuju pada ‘raja politik dan militer’, dan belum sampai pada pemahaman ‘Raja yang datang dari Allah’ dan memberi kesaksian tentang kebenaran.

Yesus menanggapinya dengan berkata bahwa murid-muridnya akan diberi melihat hal-hal yang lebih besar berupa pernyataan diri Allah kepada manusia (ay.50-51).

Refleksi yang dapat dimaknai :

– Saat kita memberikan kesaksian atau dalam pelayanan, tidak jarang terjadi keraguan ataupun penolakan terhadap apa yang kita sampaikan atau apa yang kita lakukan.
Yesus mengajarkan kita untuk tidak berputus asa karena bukan kehendak manusia yang harus kita dengar, melainkan kehendak-Nya. Tugas kita hanya mengantar/membawa orang yang belum mengenal Yesus, untuk datang kepada-Nya, selanjutnya menjadi tugas Yesus yang akan membimbingnya. Demikian pula dalam pelayanan, tugas yang kita lakukan  adalah pekerjaan Tuhan, bukan pekerjaan dari manusia, sehingga tidak perlu menanggapi terlalu berlebihan terhadap keraguan atau penolakan.

– Tuhan mengenal hati setiap orang yang dipilih dan dipanggil-Nya, bukan saja terhadap Natanael yang disebut seorang Israel sejati yang tidak ada kepalsuan dalam dirinya, tetapi juga terhadap kita semua yang terpanggil untuk melaksanakan tugas perutusan.
Penting bagi kita yang terlibat dalam pelayanan untuk sejenak memeriksa diri kembali apakah kita telah sungguh menghayati makna panggilan-Nya.

Djoli Nizar / Tim KKS