December 4, 2018 Renungan Harian N Admin Share Articles
Selasa, 4 Desember 2018

Selasa, 4 Desember 2018
Pekan Adven 1.
Yesaya 11:1-10;
Lukas 10:21-24

Bulan Desember adalah ‘bulan belanja dan berpesta’, seorang sahabat yang tinggal di negara paman Sam, mengatakan ini, yang memang kenyataannya, memasuki bulan Desember, suasana natal begitu menggairahkan, terjadi ‘big sale’ dimana-mana, orang pun berlomba-lomba membeli hadiah untuk orang yang dekat dihatinya.  Mereka merayakan ritual tahunan ‘Christmas Party’ dengan asesoris dan dress code merah hijau yang  meriah, tetapi banyak yang melupakan makna perayaan natal yang sesungguhnya, bahkan melupakan ‘Sang Baby’ yang lahir di palungan, yang rela berkorban sampai mati di salib.

Memasuki bulan Desember, Gereja bersama umat Katolik memasuki Minggu Adven, yang dimulai dengan Misa Pemberkatan Lilin Korona Adven, dilanjutkan dengan Pedalaman Iman Keluarga sebanyak empat kali minggu Adven,  mempersiapkan hati dan iman akan kedatangan Sang Penebus  pada hari Natal.  Paus Yohanes Paulus II, yang sekarang telah menjadi Santo, mengatakan, ‘Seluruh Hidup Kita Hendaknya Menjadi Suatu “ADVEN”, penuh harapan dan siaga akan kedatangan Yesus untuk kedua kali dan yang terakhir, kita wajib belajar mengenali kehadiran-Nya dalam peristiwa kehidupan yang kita alami setiap saat, merasakan Yesus dalam endusan napas kita, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat…Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya…” (Luk 10:23-24). Iman kepada Yesus adalah anugerah yang tidak diberikan kepada semua orang.  Tuhan memilih orang-orang sederhana, yang setia dan berserah kepada rancangan-Nya, tidak diberikan kepada ahli-ahli Kitab Suci, seperti ahli taurat, yang menjadi sandungan buat sesamanya untuk beriman kepada Yesus,  “…karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Luk 10:21).

Adven adalah cara kita mengarahkan hidup kita hanya kepada Yesus, “  yang ada,  yang sudah ada, dan yang akan datang,  Yang Mahakuasa” (Why 1:8), bukan sekedar penantian tetapi kesanggupandan kemauan memaknai hidup sambil menciptakan harmoni, seperti yang dilukiskan Nabi Yesaya, kedamaian segala makluk, ketika Sang Raja Damai datang,“Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring disamping kambing…” (Yes 11:6). Sebagai orang pilihan Yesus,  kita wajib mendatangkan Sang Raja Damai setiap saat dalam kehidupan ini, tidak hanya dalam masa Adven saja.

Bagaimana kita memaknai Adven dalam kehidupan kita? Adakah kita sudah berupaya menciptakan kedamaian dalam keluarga, komunitas dan masyarakat sekitar kita?  Apa niat yang hendak kita buat di masa Adven ini?  Jangan biarkan “Sang Baby” yang akan segera lahir, bersedih, ketika tidak menemukan iman di bumi, “Akan tetapi, jika anak manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8).

Doa: Tuhan Yesus, berikankan anugerah-Mu agar kami memiliki iman dan setia kepada-Mu, sehingga dapat menyambut-Mu dengan gembira pada saat Natal.  Amin.

Rosita Djuwana/ Tim KKS