January 8, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Selasa, 8 Januari 2019

Selasa, 8 Januari 2019
HARI SELASA BIASA Sesudah Penampakan Tuhan – C/I
1Yoh.4:7-10
Mzm.72:2,3-4ab,7-8
Mrk.6:34-44

BELAS KASIH ALLAH

Biasanya orang akan baik kepada orang yang juga bersikap baik kepadanya. Berbeda dengan sikap Allah kepada manusia. Allah yang lebih dulu mencurahkan cinta-Nya kepada manusia. Allah menciptakan manusia, memberikan segalanya agar manusia hidup bebas dalam kebahagiaan bersama seluruh ciptaan Allah yang lain di taman Firdaus.

Allah adalah sumber kasih. Kasih yang ada di dunia ini berasal dari Allah. Dari kasih Allah yang sempurna itu mengalir kepada seluruh ciptaan-Nya yang tentunya harus hidup saling berbagi kasih.Tapi… kenyataan yang terjadi sebaliknya. Tanggapan manusia mengecewakan Allah. Karena cinta diri dan kesombongan berbuahkan kebohongan manusia kepada Allah yang berakhir dengan penderitaan dan kematian akibat dosa. Manusia kehilangan cinta.

Namun cinta Allah kepada manusia tidak pernah berhenti.Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal [Yoh.3:16]

Yesus yang diutus Allah ke dunia juga penuh belas kasih. Ketika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala [ay.34]

Ketika hari mulai malam, para murid berniat menyuruh mereka pergi membeli makanan ke desa sekitar. Tetapi Yesus menjawab, “Kamu yang harus memberi mereka makan!” [ay.37]

Para rasul diajar untuk mengasihi sesama, peduli terhadap orang banyak yang mengikuti mereka sampai malam. Dari lima roti dan dua ikan, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada para murid untuk dibagikan, dimakan oleh lima ribu orang laki-laki, belum terhitung perempuan dan anak-anak. Dan masih tersisa dua belas bakul roti belum termasuk ikan yang tersisa.

Sikap mengasihi sesama sebagai buah kasih Allah yang diteladani oleh Yesus ternyata membawa manusia pada pengenalan akan Allah yang lebih mendalam.

Refleksi:
Maukah aku mengasihi sesama, agar dapat lebih mengenal Allah sumber kasih?

Alice Budiana / Tim KKS