October 9, 2018 Renungan Harian N Admin Share Articles
Selasa, 9 Oktober 2018

Selasa, 9 Oktober 2018
KONTEMPLASI MENDAHULUI AKSI
Gal. 1:13-24 ; Mzm. 139:1-3, 13-15; Luk. 10:38-42

Bacaan pertama hari ini mengisahkan perjalanan singkat Rasul Paulus dari masa awal perjalanannya, kemudian masa pertobatannya hingga masa awal perjuangannya mewartakan Injil di luar bangsa Yahudi. Rasul Paulus meyakini bahwa Tuhan telah turut campur tangan dalam kehidupannya sejak ia dalam kandungan : “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi,….” (Gal.1:15-16).

Keyakinan akan penyertaan dan janji Tuhan senantiasa meneguhkan dan menguatkan rasul Paulus dalam perjuangannya yang tidak mudah mewartakan Injil ke seluruh bangsa. Keyakinan ini hanya bisa terbangun dengan relasi yang mendalam dengan Tuhan melalui doa dan mendengar sabda Tuhan melalui pengalaman iman saat berjalan bersama-Nya.

Demikian pula dalam bacaan injil hari ini dalam kisah Marta dan Maria diperlihatkan bagaimana iman Maria dibangun dari mendengarkan dan berjalan bersama Yesus dalam kontemplasi mendalam dengan Sang Sabda. Inilah yang dimaksud Yesus bagian yang terbaik yang telah dipilih Maria yang menjadi hal utama dan harus didahulukan, bukan senantiasa terfokus pada kesibukan dalam mengurus hal-hal duniawi saja.

Dalam bahasa latihan rohani, hal ini disebut Kontemplasi mendahului Aksi.

“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: MARIA TELAH MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK, yang tidak akan diambil darinya” (Luk. 10:41-42).

Bagi kita, kita diajak untuk melatih diri melihat kedalaman batin kita untuk lebih peka dalam mendengarkan, meng-kontemplasikan sabda-Nya yang akan menjadi tuntunan bagi aksi-aksi dalam perjalanan hidup kita.

Djoli Nizar / Tim KKS