December 3, 2018 Renungan Harian N Admin Share Articles
Senin, 3 Desember 2018

Senin, 3 Desember 2018
Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam
1 Korintus 9:16-19.22-23;
Markus 16:15-20.

Ketika dihadapkan dengan pilihan harus mengandalkan Tuhan atau mengandalkan kekuatan manusia,  akhirnya  mana yang kita pilih, itu akan mempengaruhi iman kita sebagai Pengikut Yesus.   Dua tahun telah berlalu, tepatnya 3 Desember 2016, ketika kami dihadapkan dengan situasi yang sangat sulit, dimana putri kami akan menerima Sakramen Pernikahan yang dilanjutkan dengan resepsi, bertepatan dengan situasi politik yang sedang memanas yang memicu terjadinya demo besar (4/11),ditujukan kepada Ahok, Gubernur DKI saat itu, kemudian dilanjutkan demo  lebih besar (2/12).  Suasana sangat mencekam selama sebulan itu,  banyak yang menyarankan untuk membatalkan pernikahan, trauma Mei 98, begitu menghantui etnis minoritas di negara tercinta ini saat itu.

Beriman dan mengandalkan Yesus, senantiasa berdoa dan berserah, menunggu jawaban doa, dalam situasiyang  tidak pasti, akhirnya kita harus menjadi Saksi Kristus, “Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya” (I Kor 9:23).  Masih teringat akan tawaran-tawaran untuk meninggalkan Yesus dan memilih kekuatan dunia demi kelancaran pernikahan, yang pada hari ini, Santo Paulus mengatakan, “…Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil..” (I Kor 9:16).  Tidak terbayangkan jika sekiranya hari itu kami mengambil jalan pintas dengan membatalkan acara, betapa orang-orang tidak dapat melihat Kemuliaan Tuhan, dimanaketika akhirnya Sakramen Pernikahan dapat berlangsung dengan khikmat, teringat perintah Yesus, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makluk”. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Mrk 16:15-16). Tuhan meminta kita mewartakan Injil kepada sesama yang kita jumpai, dengan kesaksian hidup kita, “Ceritakanlah Kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.  Sebab Tuhan maha besar dan terpuji sangat.  Ia lebih dahsyat dari pada segala Allah” (Mzm 96:3-4).  Ketikaorang-orangmengatakan, ‘sungguh luar biasa Kasih Tuhan sehingga demo yang begitu menakutkan dapat dibubarkan sehingga acara pernikahan dapat berlangsung meriah’,  ini menjadi suatu kesaksian hidup bagi orang yang melihat dan menyaksikan, “Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya” (Mzm 117:2).

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Fansiskus Xaverius, seorang Imam dan Misionaris, sahabat dari pendiri Serikat Jesuit, Ignatius Loyola, yang memberitakan Injil ke Asia, sampai ke Ambon, ‘Asal ada orang yang melatihkan pokok-pokok agama Kristianikepada mereka, aku yakin bahwa mereka akan menjadi orang Kristiani yang baik sekali’,  “..aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (I Kor 9: 19).

Doa:  Puji dan Syukur kami panjatkan kepada-Mu Yesus atas penyertaan-Mu dalam hidup kami, berilah kamiIman dan kesetiaan untuk menjadi saksi-Mu di dalam kehidupan ini.

Rosita Djuwana/Tim KKS