October 8, 2018 Renungan Harian N Admin Share Articles
Senin, 8 Oktober 2018

Senin, 8 Oktober 2018
HARI BIASA
MENGASIHI TUHAN & MENGASIHI SESAMA, MANA LEBIH DULU?
Gal. 1:6-12 ; Mzm. 111:1-2, 7-10 ; Luk. 10:25-37

Hari-hari terakhir ini kita dihadapkan pada peristiwa gempa dahsyat yang menghancurkan sebagian besar kota Palu dan Donggala. Perasaan empati, simpati terhadap akibat gempa yang menewaskan ribuan orang dan banyak yang kehilangan sanak saudara dan rumah tinggal menjadi cerita yang sangat menyayat hati sanubari. Berbagai bantuan kemanusiaan telah hadir membantu dengan segala daya kemampuan dan keterbatasan yang ada berusaha meringankan beban mereka yang tertimpa bencana. Masyarakat dan tokoh politik seakan kembali bersatu tanpa sekat-sekat yang muncul sebelumnya akibat politik, berusaha memberikan upaya terbaik masing-masing untuk meringankan beban para korban.

Tindakan kemanusiaan untuk menolong sesama yang sedang dalam kesulitan hendaknya tidak dibatasi oleh karena agama, ras, golongan dan perbedaan pilihan politik dalam masyarakat. Inilah salah satu hikmah yang bisa diambil dari kisah orang Samaria yang murah hati dalam bacaan Injil hari ini Lukas 10:25-37. Orang Samaria yang justru dimusuhi oleh orang Yahudi dan dianggap setengah kafir oleh orang Yahudi, malah melakukan sesuatu tindakan kemanusiaan penuh kasih terhadap orang yang tertimpa kemalangan di jalanan antara Yerusalem dan Yerikho tersebut.

Diceritakan orang Samaria tersebut tergerak hatinya oleh belas kasihan sejak melihat orang yang malang tersebut, ia kemudian pergi kepada orang itu, menyirami luka-lukanya dengan minyak dan anggur, membalut luka-lukanya dan kemudian membawanya ke penginapan dengan kendaraan keledainya sendiri. Keesokan harinya ia juga memberikan uang dua dinar kepada pemilik penginapan untuk merawat dan membeli segala keperluan si orang malang tersebut karena ia harus pergi dan baru akan kembali lagi beberapa hari kemudian. Tindakan merawat secara tulus tanpa melihat siapa orang yang dirawatnya inilah gambaran KASIH ALLAH / KERAHIMAN ALLAH yang melampaui ego dan pemikiran manusia.

Sangat ironis, para Iman dan orang Lewi yang seharusnya bertindak terlebih dahulu menolong orang malang tersebut karena mereka yang terlebih dahulu melihatnya, malahan tidak melakukan sesuatu, bahkan meninggalkannya dengan alasan takut najis. Mereka paham dan taat aturan hukum dalam kitab Taurat, tapi sayangnya tidak memiliki Kasih terhadap sesama yang menjadi dasar dari Kasih terhadap Tuhan. Inilah mengapa Yesus membenarkan jawaban rangkap ahli Taurat di ayat 27 : ….” Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Jawaban ini menggabungkan perintah Tuhan dalam kitab Imamat 19:18 dan Ul. 6:5, bahwa dalam mengasihi Tuhan hendaknya selalu didahului dengan tindakan mengasihi sesama. Kedua perintah ini tidak dapat dipisahkan namun saling mendukung satu sama lain.

Djoli Nizar / Tim KKS