S- Liturgi Share Articles

Seputar Perayaan Tri Hari suci

  • Seputar Perayaan Kamis Putih :
  • Sebelum perayaan, tabernakel harus kosong, hosti harus dikonsekrir dalam persediaan yg cukup utk Jumat Agung.Selama Madah kemuliaan, lonceng dibunyikan, sesudah itu lonceng tidak dibunyikan lagi sampai Madah Kemuliaan dalam Misa Malam Paskah.Sesuai tradisi, diadakan Upacara Pembasuhan Kaki bagi 12 pria dewasa terpilih utk menunjukkan semangat kasih Kristus dalam pelayanan.

    Setelah doa penutup diadakan Prosesi Sakramen MahaKudus (SMK ), dibawa melalui gereja ketempat penyimpanan.

    *Perarakan* Sakramen Mahakudus dalam Sibori yg ditutup kain putih, bukan dengan Monstrans, dibawa oleh imam yg mengenakan Velum.
    Setiap bait dalam perarakan diselingi penyembahan dengan berlutut, ditandai oleh bunyi klotohkan kayu.

    Perarakan SMK dengan urutan:
    Pembawa salib, Pembawa Lilin dan dupa.

    Tempat penyimpanan dihiasi sederhana dan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan pemakaman Tuhan Yesus, melainkan untuk menyimpan hosti suci komuni Jumat Agung.

    Umat dapat melakukan adorasi dan meditasi dihadapan SMK, berupa tuguran yg memaknai berdoa dan berjaga-jaga bersama Yesus dibukit Zaitun.

    Warna Liturgi : Putih
    Dalam Liturgi Ekaristi, tidak ada bunyi logam lagi, dan diganti dengan klotohkan kayu, juga setelah Gloria, bel dan lonceng tidak lagi dibunyikan hingga *Malam Paskah*.
    Setelah doa sesudah komuni tidak ada lagi Berkat Pengutusan dan tidak ada lagu penutup.
    Rangkaian bunga dengan Nuansa Putih, disingkirkan pd misa terakhir.

 

Seputar Perayaan Jum’at Agung :

Liturgi dibagi menjadi tiga bagian:
1. Liturgi Sabda: Untuk menghidupkan iman kita akan kekuatan Wafat Yesus
2. Penyembahan Salib: Untuk memusatkan perhatian akan salib sebagai sumber kebahagiaan
3. Upacara Komuni: Untuk memberi kesempatan memetik buah salib.

Seturut tradisi, pada Jum’at Agung tidak merayakan Ekaristi, tidak ada Doa Syukur Agung (DSA), namun tetap ada Komuni Suci yg dikonsekrir pada Kamis Putih.

Passio pada hari *Jum’at* adalah sabda Tuhan yg harus diwartakan dan tidak boleh digantikan dan sebaiknya tidak disingkat.

Suasana Ibadat sebaiknya hening, tanpa musik iringan sejak masuknya perarakan

Perarakan hening diawali dengan Imam dan para petugas Liturgi memasuki ruang ibadat tanpa nyanyian dan iringan musik.
Lalu Imam menghormati altar dengan cara merebahkan diri (tiarap) sebagai simbol kefanaan manusia.
Petugas lainnya beserta umat berlutut dan berdoa sebagai tanda pertobatan.

Setelah doa umat, diadakan penghormatan salib suci yg merupakan puncak liturgi hari ini.

Kayu Salib diarak dari pintu utama gereja ke dalam gereja, diserahkan kepada Imam selebran dengan membuka ikatan2 kain penutup sebanyak tiga kali melalui seruan “Lihatlah kayu salib…”
Umat menjawab:
“Marilah kita sembah”
Seusai bernyanyi, umat berlutut dan bersujud sejenak dalam keheningan, sedangkan imam tetap berdiri sambil mengangkat salib.

Penghormatan Salib secara pribadi, masih dimungkinkan disiapkannya beberapa salib tambahan yg telah diberkati sesuai kebutuhan, dan penciuman salib ditempatkan pada titik2 tempat umat menerima komuni.

Selama penghormatan penciuman salib, lagu2 yg dinyanyikan bertema tentang kesengsaraan Kristus.

Ritus Komuni, diawali dengan mempersiapkan Altar dengan meletakkan sibori-sibori berisi Tubuh Kristus (yg telah dikonsekrasikan pada Kamis Putih)

Setelah doa sesudah komuni, imam menutup perayaan ini dengan mengulurkan kedua tangannya keatas jemaat, lalu dilanjutkan dengan perarakan keluar dalam keheningan.

Hari ini Gereja merayakan Pengenangan Kisah Sengsara Tuhan.
Warna Liturgi: Merah
Sesudah doa berkat, tidak ada lagu penutup, umat pulang dalam suasana hening.

 

Seputar Perayaan Malam Paskah :

Pada hari ini Gereja memperingati tirakatan Kebangkitan Tuhan Yesus.

Susunan Perayaannya sbb:
– Upacara Cahaya : Berupa pemberkatan Api, Pemberkatan Lilin Paskah, Perarakan Lilin Paskah dan Pujian Paskah.
– Liturgi Sabda : Bacaan Perjanjian Lama dan Baru.
– Liturgi Baptis: Pemberkatan Air Suci, Pembaharuan Janji Baptis
– Liturgi Ekaristi.

Dalam tradisi Liturgi Gereja Katolik Perayaan Malam Paskah diawali dengan upacara cahaya.

– Lampu-Lampu gereja dipadamkan, upacara dilakukan diluar gereja, semua umat berdiri menghadap ke arah Lilin Paskah.
– Lilin Paskah merupakan simbol cahaya Kristus yg bangkit
– Makna cahaya Lilin Paskah menunjukkan cahaya sejati yaitu Kristus sebagai terang dunia.
– Mengingatkan bahwa bangsa Israel dibimbing kobaran api dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian
– Imam memberi tulisan/tanda atau goresan pada Lilin Paskah, berupa tanda salib dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan, kemudian menggoreskan abjad Yunani, Alpha dibagian atas dan Omega dibagian bawah, seraya mengucapkan _”Kristus dahulu dan sekarang, Awal dan Akhir, Alpha dan Omega”_
Kemudian digoreskan angka 2018 pada empat sudut salib, seraya mengucapkan:
_”Milik-Nyalah segala masa(2) dan segala abad(0), kepada- Nyalah kemuliaan dan kekuasaan (1) sepanjang segala masa(8)”_

– Lilin Paskah berjalan di depan dan hanya boleh didahului dupa.
-. Pada Aklamasi Pertama, hanya Lilin Imam yg akan dinyalakan selain Lilin Paskah.
Kemudian Imam memberikan Api Lilin Paskah kpd Misdinar, Pro-diakon, Lektor.
Selanjutnya Misdinar dapat segera menuju titik2 daerah Aula, lantai 3, Parkiran, Halaman Gereja, R Adorasi dan Lantai Atas dan seterusnya memberikan nyala api Lilin Paskah kepada para umat.
Para umat pun dapat saling berbagi nyala api Lilin Paskah Kristus kepada yg lain.
*_(Tidak diperbolehkan menyalakan lilin dari sumber api yg lain)_*
-. Misdinar diharapkan dapat berbagi tugas untuk membagikan nyala api Lilin Paskah di lantai atas gereja, halaman gereja, halaman parkir, basement gereja, ruang adorasi, aula dan ruang pastoral Lt 3 dan ruang lainnya secara merata.
-. Exultet atau pujian meriah paskah yg merupakan penampilan Paskah Kristus secara meriah, sekaligus menyimpulkan bagian pertama perayaan Malam Paskah sebagai perayaan cahaya Kristus yg bangkit jaya, dinyanyikan bersamaan dg Lilin umat bernyala.
– Diharapkan, seluruh Umat dapat lebih terpusat dengan prosesi Lilin Paskah hingga ke depan.
– Lampu gereja boleh dinyalakan setelah pujian paskah dinyanyikan dan Lilin boleh dimatikan.
– Liturgi Baptis mengajak umat untuk memperbarui “Janji Baptisnya”, tanda janji kesetiaan iman kita melalui pemercikan Air Baptis dan seluruh umat kembali menyalakan Lilin dari api Lilin Paskah yg dilayani oleh Misdinar, yg menandakan agar senantiasa hidup menjadi anak2 terang yg bersumber dari terang Kristus sendiri
(Lilin dimatikan kembali setelah selesai Janji Baptis)

– Warna Liturgi: Putih atau Kuning Emas

 

  • Sie Liturgi – Paroki Kelapa Gading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + 14 =