Info Paroki Kelapa gading - Gereja St. Yakobus dan Gereja St. A. Kim Tae-gon Share Articles

Ulang Tahun yang ke-212 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan kegiatan, “Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama”

Dalam rangka memperingati Ulang Tahun yang ke-212 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan kegiatan, “Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama”. Sabtu 4 Mei 2019. Sekitar 3.000 orang hadir, diikuti perwakilan dari Paroki-Paroki se KAJ yang juga membawa perwakilan dari semua agama untuk berjalan santai sepanjang 3.5 km. Hadir juga di antaranya Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Agama Lukman Hakim dan Imam Besar Mesjid Istiqlal KH Nazarudin Umar Imam dan para tokoh agama dari agama-agama lain.

 

KAJ menetapkan tahun 2019 sebagai Tahun Berhikmat dengan tema “Amalkan Pancasila, Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat”. Hakikat Gereja sebagai persekutuan, tidak hanya dipahami sebagai kumpulan Umat Allah yang hanya memikirkan kepentingan internalnya, namun juga berciri inklusif yang bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih baik dalam kebersamaan sebagai bangsa Indonesia, khususnya warga Jakarta, yang hidup dalam lingkungan heterogen perbedaan suku, ras, budaya dan agama. Semua didorong untuk semakin hadir dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat dan menjalin relasi dengan masyarakat lain tanpa memandang sekat-sekat perbedaan, sehingga toleransi dan kerukunan tersebut menjadi kata kunci dalam membangun relasi dan merekatkan tali persaudaraan kita demi persatuan bangsa Indonesia.

 

Paroki Kelapa Gading sebagai salah satu Paroki yang ada di KAJ juga tidak ketinggalan ikut  berpartisipasi untuk memeriahkan Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan ini dengan mengirimkan sekitar 130 peserta.

 

Sabtu tanggal 4 Mei 2019 subuh, satu persatu umat dari Dewan Paroki Harian, Seksi HAAK (Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan), PPTP (Panitia Penggerak Tahun Persatuan), Forum RT-RW, Komsos (Komunikasi Sosial) dan para anggota Senam Bhinneka, mulai berkumpul di depan gereja St. Yakobus. Pemandangan lain terlihat karena peserta memakai dresscode busana pakaian adat dan juga Rompi Petruk atau topi merah.

 

Pukul 06.00 WIB, sebanyak tiga bus mengantar rombongan peserta menuju Katedral. Kurang dari 1 jam, bus-bus sudah sampai di parkiran Masjid Istiqlal yang cukup penuh dengan bus-bus peserta lainnya. Di pelataran gereja Katedral juga sudah penuh dengan peserta dari Paroki-Paroki lain dengan beragam pakaian

 

Sebelum dimulainya acara jalan santai ada acara sambutan-sambutan dan Pemotongan Tumpeng dan Kue Ulang Tahun oleh Bapak Uskup Mgr. Ignatius Suharyo didampingi, Menteri Agama, Menteri ESDM dan Tokoh-Tokoh Agama lainnya. Adapun rute jalan santai menempuh jarak 3,8 km dimulai dari titik start halaman Gereja Katedral-Jalan Veteran III Gambir-Jalan Perwira Kota Jakarta Pusat-Jalan Lapangan Banteng Selatan-Jalan Lapangan Banteng Timur-Jalan Lapangan Banteng Utara dan kembali lagi ke titik finish halaman Gereja Katedral.

 

Sekitar 45 menit, masing-masing rombongan bisa menyelesaikan jalan santai ini. Ada sekitar tiga ribu peserta perwakilan umat Katolik Gereja-gereja Paroki se-KAJ dan hampir seribu perwakilan dari agama lainnya.

 

Sambil menikmati komsumsi, kami disuguhkan penampilan marching band dari sekolah Tarakanita, Rebana, Barongsai, Ondel-ondel, Kesenian Pencak Silat THS-THM, dan kesenian daerah Jathilan, dengan maksud untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan Indonesia. Senam Bhinneka ikut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian Poco-Poco dan Gemu Fumire diukuti oleh banyak peserta yang hadir di sekitar halaman gereja Katedral.

 

Sekitar Pukul 09.00 WIB rombongan Paroki Kelapa Gading kemdian meninggalkan Gereja Katedral dan tiba kembali di Gereja Yakobus sekitar pukul 09.45 WIB.

 

Di sela-sela acara Jalan Santai, Ketua komisi HAAK KAJ Rm. Antonius Suyadi, Pr yang juga adalah Romo Moderator Seksi HAAK Paroki Kelapa Gading, mengatakan bahwa kegiatan ini dikoordinir oleh Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) bersama perwakilan komisi-komisi lain yang berada di KAJ. Kegiatan yang diadakan dengan persiapan sekitar 1,5 bulan bertujuan mengajak umat Katolik untuk semakin hadir dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.