Wil-Ursula Share Articles

ZIARAH & JEJAK PETUALANGAN 2019 LINGK. SANTA URSULA 2

Di bulan Maria 2019 kali ini Lingkungan Sanur 2 melakukan “ziarah dan petualangan” yang cukup ekstream. Tepatnya ziarah destinasi Gua Maria Sumber Kahuripan Paroki St. Fransiskus Asisi Paroki Cibadak, dan petualangan Jembatan Gantung Situ Gunung (JGSG), Suspension Bridge Situ Gunung. Jembatan gantung yang menjadi viral sungguh memesonai sekaligus memacu adrenalin.

Sabtu 11.05.2019 sehabis diguyur hujan subuh menjadikan pagi nan nyaman bis 3/4 meluncur tepat pukul 06:30. Bis yang ditumpangi 19 penziarah yang dominan berusia di atas setengah abad, sejenis emak-emaklah melaju di jalan tol Bocimi. Pukul 09:30 rombongan telah merapat di Gereja, Jalan Salib dan Gua Maria yang berada dalam satu komplek sekolah Mardi Yuana. Penziarah tancap gas mulai #1 Jalan Salib, berlanjut #2 mendaraskan Doa Rosario di Gua Maria Sumber Kahuripan. Dan, diakhiri makan siang yang telah disiapkan Romo & team di Aula Paroki.

 

Jarak antara 14 pemberhentian Jalan Salib cukup berdekatan. Jalan yang dilalui naik-turun, mengikuti kontur tanah berbukit. Suasana cukup tenang dan adem dirindangi beberapa pohon besar. Gua Maria cukup besar dan impresif, seolah-olah berada didalam gua stalaktit dan stalagmit. Didalam gua yang adem, penziarah berdoa Rosario bisa duduk di lantai atau kursi plastik yang tersedia. Jika ingin mengadakan misa dapat menghubungi Romo paroki. Selain itu, kunjungan kudu dikonfirmasikan jam kedatangan. Apalagi di bulan ramai, seperti Mei dan Oktober agar ziarah dapat berjalan dengan hikmat.

 

Pukul satu siang, kembali rombongan meluncur ke JGSG, Kadudampit. Jarak Cibadak – Polsek Cisaat sekitaran 10 Km. Pas di Polsek Cisaat berbelok ke kiri menuju destinasi Situ Gunung sekitaran 9 Km. Total sekitaran 19 Km ditempuh +/- 2 jam karena jalanan macet, ada pasar tradisional Cisaat. Fantastis! Terbentang JGSG dengan panjang 250 meter dan tinggi 150 meter dari permukaan tanah, serta berada di ketinggian 850 mdpl. Tak heran JGSG berpredikat sebagai Jembatan Gantung terpanjang se Asia Tenggara, dan masuk museum MURI. Selain, JGSG sebagai ikon destinasinya, dapat dijumpai pula 3 kawasan wisata Camping Ground, Curug Sawer dan Danau Situ Gunung.

 

Celotehan penziarah “JGSG digelari sebagai pemberhentian ke 15 jembatan api pencucian”. Saking niat ada, namun untuk mencapainya berjuang susah payah. Mulai dari naik angkotan umum rute parkiran bis – Gerbang Situ Gunung. Berlanjut jalan kaki/ojek 1 km menuju gerbang JGSG. Finis menyeberangi JGSG bonus berjalan kaki menuju curug Sawer. Menyusuri jalanan rapih yang disusun batu-batuan. Sekembalinya, penziarah basah kuyub diguyur air surgawi, hujan sungguh-sungguh deras. Semua penziarah tetap bersemangat dan penuh tawa. “itung-itung kembali ke masa kecil kurang bahagia yang dilarang ujan-ujanan”. Akhirnya, penzirah melakukan aksi nyata berbagi kasih, rejeki di area Situ Gunung. Mulai dari membeli pakaian, sandal, jas hujan hingga ngopi-ngopi. Semuanya untuk dijadikan pakaian pengganti yang basah kuyub, bukan untuk mempercantik diri lagi. Bagi yang tidak berganti, pakaiannya dikeringi oleh AC bis.

 

Minggu 12.05.2019, penziarah dicek satu per satu. Puji Tuhan semua sehat walafiat. Tuhan Yesus Kristus telah melindungi dan mengabulkan doa para penziarah sebagai anak soleha yang tulus hati, bersemangat, dan penuh canda. Dahsyatnya, emak-emak mulai ketagihan, minta-minta lagi jejak petualangan sejenis ini diulangi.