Wil-Ursula Share Articles

ZIAREK LINGK. SANTA URSULA 2 KE TANAH BORNEO

Destinasi ziarek bulan Rosario 2018 kali ini adalah Pontianak, Tanah Borneo. Pontianak sebagai ibukota Kalimantan Barat diziareki 16 penziarah lingk. Santa Ursula 2, nama selebritinya Sanur 2. Sub tema Ziarek Happy Together berdurasi 19 – 20 Oktober 2018

Tepat pukul 07:30 Citilink mengangkasa, mengiringi suntuknya penziarah. Pukul 09:00 mendarat di Bnadara Supadio Kubu Raya Pontianak. Tidak ada perbedaan waktu dengan Jakarta. Kami langsung sarapan “kopi darat” Bakmi Kepiting Atie. Bakmi khas Ponti yang berlimpah topping kepiting dan kawan-kawannya sebagai Kulineri #1.

Mengawali ziarah destinasi Gereja Katedral Santo Yoseph yang berlokasi di tengah kota Pontianak. Katedral dibalut interior dan eksterior yang indah dan megah. Di beberapa bagian dalam seakan-akan berada di Basilika Eropa abad pertengahan. Sayang, sedikit sentuhan kultur Dayak, tiada jejak historis Katedral lama, dan lanskap agak dipaksakan.

Destinasi selanjutnya Gereja MRPD Pancasila, singkatan dari Maria Ratu Pencinta Damai. Gereja berlokasi di jalan Pancasila yang merupakan nama jalan lama, sekarang berganti nama jalan Gusti Hamzah. Itu sebabnya nama gereja dilabeli Pancasila. Gereja ini merupakan gereja lama yang dipugar cukup megah. Interior dan eksterior ada sentuhan kultur Dayak, berupa motif ukiran yang bewarna merah menyolok.
Destinasi Gua Maria sesungguhnya adalah Gua Maria Ratu Pencinta Damai Anjongan/Anjungan di kota Mempawah. Gua yang berjarak +/- 70 KM dari Pontianak tepat berada di tepi jalan raya arah kota Landak. Gua Maria dan jalan salib masih diselemuti hutan asri. Di kanan gua terdengar gemericik air terjun yang alamiah, menambah keheningan bagi penziarah.

Ziarah diakhiri destiansi Gua Maria Regina Cieli (Ratu Surga) di Susteran Cinta Kasih dari Santa Yohana Antida. “Gua dibangun sesuai mimpi seorang saudara kita, umat Protestan dan sekarang menjadi Katolik” cerita suster Erika. Gua Maria sederhana ini satu komplek dengan gereja Paroki St. Petrus Kanisius yang sederhana pula di komplek Lanud TNI AU Supadio, dekat dengan Bandara. Ooo…berdoa di Kapel Susteran yang mungil sebagai ungkapan rasa syukur dan berterima kasih ziarek berjalan lancar dan selamat. Tak lupa memberikan tanda terima kasih kepada Suster Erika. Selamat tinggal Pontianak, kota Khatulistiwa-ku.