Wil-Ursula Share Articles

Ada kemiripan Wisata Rohani Wilayah St. Ursula dengan Perjuangan “Paman Ho”

25 penziarah wilayah St. Ursula yang lusia, lupa usia wisata rohani destinasi negara “Paman Ho”, Vietnam. “Terbang” dimulai dari Ha Noi, Hue, Danang, dan berakhir di Saigon atau Ho Chi Minh (HCM), selama tujuh hari 1 – 7 September 2019. Penziarah yang lusia berusia rata-rata di atas 60 tahun, dan tertua berusia 80 tahun berwisata dengan antusias.

 

Kali ini, ada kemiripan wisata rohani (WR) St. Ursula dengan napak tilas perjuangan Ho Chi Minh, nama terkenalnya Paman Ho. Perjuangannya dimulai dari Ha Noi Vietnam Utara, lalu Hue Vietnam Tengah, dan berakhir di Saigon/Ho Chi Minh (HCM) Vietnam Selatan. Ia membebaskan Ha Noi dari kolonialis Perancis. Kemudian membebaskan Saigon dari kolonialis Amerika Serikat. Akhirnya, Ia berhasil menyatukan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan dengan ibukota negara Ha Noi. Sehingga ia digelari sebagai bapak bangsa Vietnam. Dan, namanya didedikasikan sebagai nama penganti kota Saigon. Hebatnya….! Paman Ho dapat mengalahkan negara besar super power, Perancis dan Amerika. Bagi penziarah diingatkan pada perkelahian Daud Vs Goliat, “I Samuel 17”.

 

WR#1 Destinasi Katedral St. Joseph Ha Noi. Sembari menikmati suasana malam hari Ha Noi, ibukota negara Vietnam. Desain katedral gothik menyerupai gereja Notre Dame di Paris yang baru-baru ini terbakar. Maklum dibangun di masa kolonialis Perancis, dan ditahbiskan pada 24 Desember 1886. Setelah pemerintah komunis Vietnam menguasai Vietnam Utara pada tahun 1954. Gereja Katolik menderita penganiayaan selama beberapa dekade. Para imam ditangkap, dan properti gereja disita dan diambil alih. Katedral St. Joseph kena imbasnya dan ditutup sampai perayaan misa malam Natal diijinkan kembali pada tahun 2008.

 

WR#2 Destinasi Bunda Maria dari La Vang. Penampakan Bunda Maria pertama 1798 hingga 1801 kepada para pengungsi di hutan belantara La Vang, dekat dusun Quang Tri, Vietnam Tengah. Suatu malam saat berdoa Rosario, ada sebuah penampakan mengejutkan. Di cabang pohon, seorang wanita muncul mengenakan pakaian áo dài, pakaian tradisional Vietnam yang menggendong seorang anak, dengan dua malaikat di sampingnya. Mereka menganggap bahwa penglihatannya sebagai Bunda Maria dan bayi Yesus Kristus. Peristiwa ini terjadi, semasa Raja Canh Minh menerbitkan maklumat anti-Katolik dan mengeluarkan perintah untuk membumi-hanguskan semua gereja dan seminari Katolik.

 

Meskipun belum ada pengesahan resmi Vatikan atas penampakan ini, pada tanggal 19 Juni 1988, Paus Yohanes Paulus II dalam upacara kanonisasi 117 martir Vietnam, secara publik memaklumkan pentingnya peran Santa Perawan Maria dari La Vang. Paus juga mengungkapkan kerinduan untuk dibangunnya kembali Basilika La Vang yang status sebagai Basilika Minor oleh Paus Yohanes XXIII pendahulunya.

 

Saksi bisu atas kekejam Raja Canh Minh adalah kapel St. Perawan Maria dari La Vang dihancur-luluhkan yang masih dapat disaksikan hingga sekarang.

 

WR#3 Destinasi Katedral Pink Da Nang. Dibangun 1923 di masa kolonialis Perancis. Penamaan nama gereja katolik ini di luar pakem Katolik. Lazimnya gereja katolik dinamai nama santo santa sebagai pelindungnya.

 

WR#4 Destinasi Gua “Ave Maria” katedral Pink Da Nang. Para penziarah berdoa di Gua “Ave Maria” yang masih berada di dalam area gereja Pink.

 

WR#5 Destinasi Patung Yesus Raja Vung Tau. Dibangun mulai 1974 selesai 1993 di atas bukit Nho (170M). Patung berdiri di atas panggung setinggi 4 meter. Tubuh Yesus setinggi 32 meter dan rentangan lengannya sejauh 18,3 meter. Penziarah harus mendaki 811 anak tangga mulai dari kaki bukit hingga panggung tempat berdirinya patung Yesus. Dalam pendakian didapati pemandangan laut yang spektakular, dan kenyamanan oleh pepohonan.

 

WR#5 Dipuncaki wajah Yesus. Hanya sebatas wajah penziarah satu per satu menempel di dagu Yesus. Untuk mencapainya, harus berjuang satu per satu meniti 133 anak tangga di dalam tubuh Yesus. Berada di puncak patung membuncah pemandangan laut yang spektakuler, dan sedikit goyangan angin. Wisata rohani#5 menjadi wisata ikonik Vietnam sebagai simbol penghormatan TOLERANSI. Karena tercatat hanya sekitar 10% saja penduduk Vietnam yang memeluk agama Katolik dan Kristen.

 

WR#6 Destinasi Komplek gereja St. Perawan Maria Bai Dau. Patung Maria Bunda Allah & Bayi Yesus (Duc Mi Bai Dau, Vun Tau), Kapel Adorasi, dan rute Jalan salib. Tahun 1992 patung Maria ditempatkan yang terbuat dari marmer putih setinggi 25 meter, berat +/- 500 ton.

 

WR#7 Destinasi Jumat Pertama di Basilica of Our Lady of Immaculate Conception (nama resminya) di HCM. Dibangun 1863 – 1880 semasa kolonialis Perancis. Gereja memiliki dua menara lonceng setinggi 58 meter. Paus Yohanes XXIII memberikannya status sebagai basilika. Pada masa lalu, katedral ini disebut Basilika Notre-Dame Saigon.

 

Setelah fokus destinasi wisata rohani. Sekarang penziarah dolan destinasi non rohaninya, destinasi populer di Vietnam. Mulai dari destinasi Halong Bay di Ha Noi, Hue, Bana Hill, Hoi An, Danang dan berakhir di HCM. Mulai dari destinasi avontur, alam, historis, kerajaan, budaya, kulineri, warisan dunia hingga blanja blanji.

 

Ha Noi sebagai ibukota negara Vietnam bersatu. Halong Bay, Raja Ampatnya Vietnam. Hue, ibukota kerajaan kejayaan masa lampau. Bana Hill, bukit hiburan peninggalan kolonialis Perancis. Hoi An, sebagai “situs warisan dunia” oleh UNESCO. Danang, kota bekas kota pertahanan laut dan udara terkuat Amerika di Asia saat perang Vietnam. Ho Chi Minh ex ibukota Vietnam Selatan Saigon, sebagai kota bisnis, hiburan dan industri Vietnam.

 

“Ziarah selama tujuh hari bisa bermakna, jika ziarah terus menerus hingga berujung pada berakhirnya nafas kehidupan di dunia”

 

@mygsanur, dari berbagai sumber