S-Komsos Share Articles

PESTA KERAHIMAN ILAHI : 19 APRIL 2020

  • Pesta Kerahiman ilahi adalah sebutan untuk Minggu berikutnya setelah Minggu Paskah. Nama ini diberikan oleh Bp Paus Yohanes Paulus ke II pada waktu kanonisasi Suster Faustina pada tanggal 30 April 2000 di Vatikan Roma. Bapa Paus menjelaskan tentang Pesta Kerahiman Ilahi ini sebagai berikut: diadakan pada hari kedelapan dari Paskah yang membawa kita semua pada kepenuhan rahmat kebangkitan Tuhan Yesus. Pesta Kerahiman Ilahi juga menjadi puncak dari semua misteri dan rahmat di sepanjang Pekan Suci dan hari Paskah. Ini seperti tampilan beberapa peristiwa seperti Kamis Putih, Jumat Agung, hari Raya Paskah dan Minggu Pertama masa Paskah, Yesus yang sudah bangkit dan sinar kebangkitan Yesus . Atau bisa juga yang menyinari kita semua melalui dua lautan sinar sinar kerahiman, dan melambangkan kemenangan atas dosa dan kematian dan kuasa jahat.
  • Pesta Kerahiman Ilahi adalah perayaan dari kegenapan cinta Allah yang maha rahim. Pesta ini merupakan kulminasi tertinggi atau puncak dari rencana Tuhan untuk memberi belas kasih untuk semua orang.
  • Pada saat Pesta Kerahiman Ilahi, gambar Kerahiman Ilahi juga diberkati dan dihormati secara meriah untuk mengingatkan kita untuk percaya penuh pada Yesus dan memampukan kita untuk berbuat belas kasih.
  • Aku ingin setiap Minggu Pertama sesudah Paskah menjadi Pesta Kerahiman.”Mintalah pada abdi-Ku yang setia supaya pada hari ini, ia memaklumkan Kerahiman-Ku yang besar ke seluruh dunia.“Barangsiapa, pada hari ini menghampiri Sumber Kehidupan ini, ia akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari hukuman” (BSF 300)
  • Sekali peristiwa, aku mendengar kata-kata ini, “Putri-Ku , katakan pada dunia tentang kerahiman-Ku yang tak terselami. Aku ingin agar Pesta Kerahiman ini menjadi tempat pengungsian dan pernaungan bagi semua jiwa, khususnya bagi para pendosa yang malang.Pada hari itu terbukalah lubuk Kerahiman-Ku, dan Aku meluapkan seluruh samudra rahmat ke atas jiwa-jiwa yang menghampiri sumber kerahiman-Ku. Jiwa yang mengaku dosa dan menyambut komuni kudus akan menerima pengampunan penuh atas dosa-dosanya dan akan bebas dari hukuman. Pada hari itu akan terbukalah semua pintu bendungan Ilahi untuk mengalirkan rahmat. Janganlah ada jiwa yang takut menghampiri Aku meskipun dosa-dosanya laksana kain yang merah padam. Kerahiman-Ku begitu besar sehingga sampai kekal tidak ada otak manusia atau malaikat yang dapat menyelaminya. Segala sesuatu yang ada muncul dari pangkuan Kerahiman-Ku yang paling mesra. Setiap jiwa yang menjalin hubungan dengan Aku akan merenungkan kasih dan Kerahiman-Ku sepanjang segala masa. Pesta kerahiman Ilahi berasal dari kedalaman kemesraan-Ku sendiri. Aku ingin pesta itu dirayakan secara meriah pada hari Minggu Pertama sesudah Paskah. Umat manusia tak mungkin merasa tenteram sebelum berpaling kepada Sumber Kerahiman-Ku.” (BSF.699)
  • “Kepada mereka Aku memberikan harapan terakhir untuk selamat … Kalau mereka tidak mau memuliakan Kerahiman-Ku, mereka akan binasa untuk selama-lamanya” (BHF 965. 998).
  • Pesta Kerahiman Ilahi berasal dari kedalaman kemesraan-Ku sendiri. Aku ingin supaya pesta itu dirayakan secara meriah pada hari minggu pertama sesudah Paskah. Umat manusia tak mungkin merasa tentram sebelum berpaling kepada sumber kerahiman-Ku.”
  • “Katakanlah, PutriKu, bahwa Pesta kerahiman-Ku itu telah muncul dari lubuk hati-Ku sendiri untuk memberikan penghiburan kepada seluruh dunia. “ (BHF1517)

Untuk hari selanjutnya dapat dilakukan Doa Jam Kerahiman, Koronka, setiap hari, serta lakukan tindakan belas kasih… Tuhan memberkati.

(Boleh juga ditambahkan dengan : Jalan Salib, Rosario dan Litani Kerahiman Ilahi setiap hari Jumat)

Terima kasih telah mengikuti Novena dan Pesta Kerahiman Ilahi, teriring salam dan doa dari Sie Komsos dan KKI (Komunitas Kerahiman Ilahi) Paroki Kelapa Gading Jakarta

 

 

 

 

 

ST. MARIA FAUSTINA HELENA KOWALSKA (33)
25 Agustus 1905 – 5 Oktober 1938

Suster Faustina dipilih Tuhan Yesus sebagai juru tulis dan rasul kerahiman-Nya: melalui dia Tuhan menyampaikan amanatnya yang agung kepada seluruh dunia.

  • “Dalam perjanjian lama,
  • Aku mengutus para nabi yang membawa ancaman-ancaman kepada umat-Ku.
    Sekarang,
  • Aku mengutus engkau membawa kerahiman-Ku kepada umat manusia di seluruh dunia.
  • Aku tidak ingin menghukum umat manusia yang sedang sakit.
    Sebaliknya, Aku ingin menyembuhkan mereka sambil mendekapkan ke Hati-Ku yang Maharahim” .(BHF 1588)
  • 30 April 2000 Kanonisasi Sr. Faustina menjadi Santa Faustina Kowalska