Paskah Share Articles

Rabu Abu, Masa Prapaskah, Pantang dan Puasa, Jadwal Misa Rabu Abu 2020

Rabu Abu, Masa Prapaskah, Pantang dan Puasa, Jadwal Misa Rabu Abu 2020

Tanggal 26 Februari 2020, umat Katolik di seluruh dunia akan merayakan Hari Rabu Abu. Rabu Abu adalah hari di mana umat Katolik memulai masa pertobatan atau permulaan masa Prapaskah.

Banyak perayaan khas dengan suasana tobat yang akan di jalani umat Katolik selama masa Prapaskah. Mulai dari puasa, aksi puasa pembangunan, pengakuan dosa, hingga Jalan Salib.

Terhitung sejak Rabu Abu, umat Katolik akan merayakan masa pertobatan atau masa Prapaskah selama 4O hari, tanpa menghitung hari Minggu. Masa Prapaskah akan selesai atau genap 40 hari pada hari Sabtu sebelum hari Minggu Palma.

Angka empat puluh ini mengingatkan kita akan perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun dan puasa Yesus selama 40 hari. Selama empat puluh hari ini umat Katolik melakukan ziarah iman.

Abu yang kita terima dalam bentuk olesan tanda salib di dahi pada Misa Rabu Abu dibuat dari debu hasil pembakaran daun palma yang diberkati pada Minggu Palma tahun sebelumnya. Daun palma dalam tradisi umat Katolik mengandung makna kemenangan.

Mengapa Abu yang digunakan, hal ini berasal dari kitab Kejadian 2:7. Disana di katakan bahwa Allah menciptakan Adam dari ‘debu’. Dan ada juga kisah tentang Yesus menyembuhkan orang buta dengan mengoleskan tanah kepada mata orang buta itu, dalam kitab Yohanes 9:6.

Dengan abu yang kita terima, kita kembali di tandai untuk menyambut hidup Yesus Kristus yang sanggup memperbarui dan menyempurnakan kita kembali.

Abu di oleskan di dahi untuk membantu kita mengenali kembali area spiritual, tempat dimana kita dapat berkembang dan area kedosaan mana yang harus kita jauhi. Dahi (dan kepala) adalah tempat pikiran dan akal budi bekerja.

Untuk bertobat kita mesti berpaling dari dosa dan mengarah kepada Allah. Kita menggunakan abu sebagai ekspresi bahwa kita perlu memperbarui kembali iman kita.

Setelah menerima Abu, sebaiknya berdoa, boleh doa dari buku-buku liturgi, juga boleh dengan doa spontan. Doa yang diujarkan dengan penuh penghayatan pasti di dengar oleh Tuhan.. Boleh juga memilih dari kitab Mazmur yang mengandung tema pertobatan. Kamu bisa memilih Mazmur 6 atau Mazmur 32. Daraskan salah satu sebagai doa.

Prapaskah dimulai. 40 hari untuk berdoa, puasa dan tumbuh dalam amal. Kita membutuhkan waktu ini setiap tahun untuk mundur dan memeriksa kembali kehidupan kita, untuk berbalik dari dosa-dosa kita dan untuk bertumbuh dalam kebajikan-kebajikan yang sangat ingin Allah berikan kepada kita. Masa Prapaskah 40 hari akan menjadi tiruan dari 40 hari Yesus di padang pasir. Faktanya, kita dipanggil bukan hanya untuk “meniru” waktu Yesus di padang pasir, kita dipanggil untuk hidup bersama Dia, di dalam Dia dan melalui Dia.

Secara pribadi Yesus tidak perlu menghabiskan 40 hari puasa dan berdoa di padang pasir untuk mendapatkan kekudusan yang lebih dalam. Dia adalah Kekudusan Itu Sendiri! Dia adalah Yang Kudus dari Allah. Dia adalah Kesempurnaan. Dia adalah Pribadi Kedua dari Tritunggal Mahakudus. Dia adalah Tuhan. Tetapi Yesus masuk ke padang pasir untuk berpuasa dan berdoa sehingga mengundang kita untuk bergabung dengan-Nya dan untuk menerima sifat-sifat transformasi yang Dia wujudkan dalam sifat manusiawi-Nya ketika Dia menanggung penderitaan selama 40 hari itu. Apakah Anda siap untuk 40 hari Anda di padang pasir dengan Tuhan kita?

Sementara di padang pasir, Yesus memanifestasikan setiap kesempurnaan dalam sifat manusiawi-Nya. Dan meskipun tidak ada yang melihat ini selain Bapa di Surga, waktu-Nya di padang pasir sangat bermanfaat bagi umat manusia. Itu sangat bermanfaat bagi kita masing-masing.

“Gurun” yang kita dipanggil untuk masuk adalah yang tersembunyi dari mata orang-orang di sekitar kita tetapi dapat dilihat oleh Bapa di Surga. “Tersembunyi” di mana pertumbuhan kita dalam kebajikan tidak dilakukan untuk menghormati, untuk pengakuan egois, atau untuk mendapatkan pujian duniawi. Gurun 40 hari yang harus kita masuki adalah gurun yang mengubah kita dengan menarik kita ke doa yang lebih dalam, terlepas dari apa pun yang bukan dari Allah, dan memenuhi kita dengan kasih kepada mereka yang kita jumpai setiap hari.

Selama 40 hari ini, kita harus berdoa. Berbicara dengan benar, doa berarti kita berkomunikasi dengan Tuhan pada tingkat batin. Kami melakukan lebih dari menghadiri misa atau mengucapkan doa dengan keras. Doa adalah komunikasi rahasia dan interior yang pertama dan terutama dengan Tuhan. Kita berbicara, tetapi lebih dari itu, kita mendengarkan, mendengar, memahami, dan merespons. Tanpa keempat kualitas ini, doa bukanlah doa. Itu bukan “komunikasi.” Hanya kita yang berbicara kepada diri kita sendiri.

Selama 40 hari ini, kita harus berpuasa. Khususnya di zaman kita sekarang ini, panca indera kita diliputi oleh aktivitas dan kebisingan. Mata dan telinga kita sering terpesona oleh TV, radio, komputer, dll. Selera kita terus-menerus dipenuhi dengan makanan enak, permen dan makanan yang menenangkan, seringkali berlebihan. Panca indera kita perlu istirahat dari pembombardiran kesenangan dunia untuk beralih ke kesenangan yang lebih dalam dari kehidupan persatuan dengan Tuhan.

Selama 40 hari ini, kita harus memberi. Keserakahan sering menguasai kita tanpa kita sadari sejauh mana cengkeramannya. Kami menginginkan ini dan itu. Kami semakin banyak mengkonsumsi barang-barang material. Dan kami melakukannya karena kami mencari kepuasan dari dunia. Kita perlu melepaskan diri dari semua yang mengalihkan perhatian kita dari Tuhan, dan kemurahan hati adalah salah satu cara terbaik untuk mencapai detasemen ini.

Renungkan, hari ini, pada tiga kata sederhana ini: berdoa, berpuasa dan memberi. Berusahalah menjalani kualitas-kualitas ini dengan cara tersembunyi yang hanya diketahui oleh Tuhan masa Prapaskah ini. Jika Anda melakukannya, Tuhan akan mulai melakukan keajaiban yang lebih besar dalam hidup Anda daripada yang saat ini Anda sadari mungkin terjadi. Dia akan membebaskan Anda dari keegoisan yang sering mengikat kita dan akan memungkinkan Anda untuk mencintai-Nya dan orang lain pada tingkat yang sama sekali baru.

Pantang dan Puasa Dalam Gereja Katolik

  • Yang Wajib Berpuasa : Umat Katolik yang berusia 17 – 60 Tahun
  • Yang Wajib Berpantang : Umat Katolik berusia > 14 tahun
  • Berpuasa : Makan kenyang 1 x sehari
  • Berpantang :
  • Menghindari Konsumsi Daging
  • Menghindari diri dari segala yang kita senangi
  • misal : Merokok, Ngopi, Nonton Film dsb
  • Jadwal Puasa & Pantang Umat Katolik 2020
  • Rabu Abu                         26 Februari 2020                     Puasa & Pantang
  • Jumat Prapaskah             28 Februari 2020                      Pantang
  •                                         6,13,20,27 Maret 2020            Pantang
  •                                          3 April 2020                            Pantang
  • Jumat Agung                   10 April 2020                            Puasa & Pantang
  • Puasa yang Terbaik
  • (Rekomendasi dari Paus Fransiskus)
  • 1. Puasa mengeluarkan kata-kata yang menyerang dan ubahlah dengan kata-kata yang manis dan lembut
  • 2. Puasa kecewa / tidak puas, dan penuhilah dirimu dengan rasa syukur
  • 3. Puasa marah dan penuhi dirimu, dengan sikap taat dan sabar.
  • 4. Puasa pesimis. Penuhilah dengan OPTIMIS
  • 5. Puasa khawatir dan penuhilah dirimu dengan percaya kepada Tuhan.
  • 6. Puasa meratap / mengeluh dan nikmatilah hal-hal sederhana dalam kehidupan.
  • 7. Puasa stress dan penuhilah dirimu dengan DOA
  • 8. Puasa dari kesedihan dan kepahitan. Penuhilah hatimu dengan Sukacita
  • 9. Puasa egois, dan gantilah dengan bela rasa pada yang lain.
  • 10. Puasa dari sikap tidak bisa mengampuni dan balas dendam. gantilah dengan pendamaian dan pengampunan.
  • 11. Puasa ngomong banyak, dan penuhilah dirimu dengan keheningan dan siap sedia mendengarkan orang lain.
  1. “Puasa rohani dan suci ini, sebaiknya kita kaitkan dengan pemberian sedekah, yang meliputi berbagai pemberian macam perbuatan kasih yang terpuji. ” (St. Leo Agung)