May 19, 2020 Renungan Harian Stf Share Articles
Selasa, 19 Mei 2020

Selasa, 19 Mei 2020  Pekan VI Paskah

Kis 16: 22-34

Yoh 16: 5-11

MUJIZAT MEMBAWA SUKACITA BAGI SESAMA

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi.  Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Yoh 16: 7)  Sebelum meninggalkan para murid, Tuhan Yesus memberikan janji akan mengutus penghibur, yakni Roh Kebenaran yang akan memimpin para murid ke dalam seluruh kebenaran.   KepergianNya hanyalah untuk menjamin kedatangan Roh Penghibur..  Mereka akan gembira, kokoh dan taklagi ragu akan Yesus,  terlebih  mereka telah melihat dan menyaksikan sendiri perjalanan seorang utusan Bapa yang menyelamatkan. “Dan kalau Penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman” (Yoh 16:8)  Perkataan Yesus ini meyakinkan para murid, karyaNya tidak akan terputus.  Dahulu berbicara  dalam daging, sekarang dalam Roh.   Dengan Roh Penghibur yang akan datang, Allah tetap menyapa dan mengingatkan manusia dengan berbagai cara, agar bertobat, menyesali dosa dan ketidakpercayaan mereka kepada Yesus dan menyadarkan akan kebenaran Yesus yang berasal dan kembali kepada Bapa.

Peristiwa Paulus dan Silas dalam bacaan pertama, yang mengalami penghinaan di Filipi berkali-kali,  pakaiannya dikoyakkan dari tubuh mereka dan dijebloskan ke dalam penjara.  Peristiwa penghinaan berujung menjadi peristiwa mujizat yang luar biasa. Luka-luka di tubuh, tidak lagi dapat mencegah pewartaan mereka di dalam penjara.  Roh Penghibur memampukan  mereka tetap berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah hingga  orang-orang hukuman lain mendengar.  Terjadilah gempa hebat mengakibatkan semua pintu penjara terbuka dan belenggu kaki mereka terlepas.  Mujizat ini menyebabkan Kepala penjara ketakutan sampai hendak bunuh diri.  Paulus berhasil mempertobatkannya.  Ia menjadi insyaf dan menerima kebenaran, bahkan seisi rumahnya.  Ia kini menjadi tuan rumah, membersihkan luka-luka dan menghidangkan makanan bagi pewarta Yesus, Paulus dan Silas.

Seringkali kita menilai, suatu perubahan besar dalam hidup. “ini baru  mujizat  dan layak diceritakan.”  Di tengah wabah covid 19, banyak orang kehilangan pencarian.  Taklagi dapat hidup normal, serba terbatas dalam waktu yang belum bisa diprediksi secara tepat.  Di saat-saat keprihatinan seperti ini, banyak orang tergerak melakukan sesuatu untuk meringankan beban hidup saudara saudari kita.  Gerakan kasih diyakini sebagai gerakan Roh Penghibur, membawa kesadaran baru bagi kita “Dan kalau Penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yoh 16:8).    Keseharian kita, pelayanan dalam keluarga,  persaudaraan,  gerakan kepedulian, perhatian, dll,  tanpa kita sadari adalah gerakan Roh.    Setiap peristiwa yang digerakkan oleh Roh, kita yakini sebagai Mujizat kehidupan.  Tidak saja membaharui  diri sendiri, bahkan mampu memberi dampak besar, sukacita bagi orang lain.   Setelah mujizat dialami sendiri oleh kepala penjara, ia menjadi percaya dan mengajak  seisi rumahnya memberi diri untuk dibaptis. “Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka.  Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah” (Kis 16:34)

 

Doa : Ya Bapa… bantulah kami dengan terang RohMu untuk mampu menjalani setiap peristiwa menjadi mujizat.  Amin.