May 22, 2020 Renungan Harian Stf Share Articles
Jumat, 22 Mei 2020

Jumat, 22 Mei 2020  Pekan VI Paskah

Kis 18: 9-18

Yoh 16: 20-23a

 

KESEDIHAN BERUJUNG SUKACITA

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira: kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu, akan berubah menjadi sukacita.” (Yoh 16:20)  Perkataan Yesus lebih menekankan kegembiraan jauh melebihi kesedihan seperti kegembiraan seorang ibu begitu anaknya lahir.  Kesedihan tak lagi dirasakan berat karena akhirnya kegembiraan akan didapat para murid.

Seperti kisah Paulus dalam bacaan pertama, kesulitan-kesulitan yang ia hadapi tidak menyurutkan niatnya untuk terus mengajarkan firman Allah di tengah-tengah umat Korintus. Paulus mengikuti arahan Tuhan dalam sebuah penglihatan “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” (Kis 18:9)  Berkat ketaatannya, kesulitan berbuah manis, Paulus tidak dihukum sebab pembesar Roma tidak menemukan sesuatu dalam kekristenan yang menyebabkannya dapat dihukum

Ada pepatah yang mengatakan “Hanya penderitaan yang dialami dalam hidup manusia, mampu mengajarkan arti keindahan dan kehidupan”  Banyak orang berupaya mensiasati penghasilan yang menurun drastis bahkan sampai nol karena kurban PHK, membanting setir melakukan pekerjaan apapun yang penting halal demi tetap menghidupi keluarga.  Orang-orang semacam ini nampaknya memiliki semangat Paulus.  Hidupnya mendasarkan kepercayaan sekaligus penuh harapan akan penyertaanNya.   Dukacita tidak untuk dipertanyakan dan diratapi menjadi kesedihan berkepanjangan.  Di balik dukacita sudah menanti sukacita.  Itulah pengharapan dan janji Yesus.  Peristiwa dukacita tetap ada tak pernah hilang, tetapi kita sudah mampu memaknai dukacita dengan mengolah diri dan sudut pandang menjadi sukacita.  Penderitaan mengajarkan manusia arti keindahan dan kehidupan.

 

Doa: Ya Bapa… buatlah kami mampu memaknai dukacita menjadi sukacita sempurna bersamaMu.  Amin.