July 31, 2020 Renungan Harian N Admin Share Articles
Jumat, 31 Juli 2020

Jumat, 31 Juli 2020
PW St Ignatius Loyola.
Bacaan: Yer.26:1-9; Mat.13:54 -58.

Ada orang tua yang “terpaksa” menyembunyikan anak-nya yang cacat karena malu. Anak tidak disekolahkan, bahkan tidak diberi kesempatan untuk bergaul dengan siapapun. Cukup diberi makan dan ruangan ala kadarnya. Padahal, anak-anak ini  adalah anugerah Allah yang seharusnya dikasihi dan disayangi.Mereka ditolak karena orang tuanya hanya memikirkan gengsi, harga diri, rasa malu dan sebagainya.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus ditolak oleh orang-orang dari tempat asal-Nya. Mereka takjub mendengar ajaran-ajaran-Nya yang berhikmat dan berwibawa, karena Ia memang Anak Allah. Namun mereka kecewa dan menolak Yesus karena mereka hanya memandang dari sisi manusia belaka. Kita sungguh bersyukur, sekarang bisa membaca Kitab Suci, mendengarkan Firman Tuhan dan belajar segala sesuatu tentang Yesus, sehingga kita yakin dan percaya menjadi pengikut-Nya. Menjadi tanggung jawab dan konsekuensi kitalah untuk melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. Jangan sampai kita menolak Yesus, misalnya karena doa-doa dan permohonan kita tidak dikabulkan, yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Bisa jadi mata hati kita tertutup oleh ambisi dan kehendak diri, sehingga mukjizat tidak terjadi.

Riwayat hidup St Ignatius Loyola kiranya menginspirasi kita, bagaimana Tuhan berkarya dan menjadikan St Ignatius menerima dan menjawab panggilan Tuhan, yang semula tidak pernah ia pikirkan.

Doa: Ya Bapa, teguhkanlah iman kami untuk berani menjadi saksi-Mu dalam tugas pelayanan yang tidak selamanya nyaman.

 

Etty / Tim KKS Paroki Kelapa Gading.