July 1, 2020 Renungan Harian N Admin Share Articles
Rabu, 1 Juli 2020

Rabu, 1 Juli 2020
PEKAN BIASA XIII
Bacaan 1: Am. 5:14-15, 21-24
Bacaan Injil: Mat. 8:28-34

 

Injil hari ini bercerita tentang dua orang kerasukan setan yang disembuhkan Yesus. Sebelum setan-setan tersebut keluar, mereka meminta kepada Yesus supaya dipindahkan ke dalam kawanan babi dan permintaan tersebut dikabulkan oleh Yesus. Peristiwa tersebut menimbulkan kemarahan para pemilik babi. Mereka mendesak Yesus untuk segera meninggalkan daerah mereka.

Kisah ini sungguh tragis karena para pemilik babi itu lebih mementingkan kawanan babi ketimbang orang yang disembuhkan Yesus. Mereka tidak turut bergembira karena dua orang yang telah lama menderita itu boleh menikmati hidup yang normal. Mereka justru marah karena mengalami kerugian material.

Hal seperti itu memang sering terjadi di dalam hidup. Orang tidak mempedulikan nasib sesamanya yang menderita, tetapi sibuk membuat kalkulasi untung dan rugi. Padahal kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan diadili oleh cinta kasih terhadap sesama yang kecil dan menderita. Keadilan mengandaikan belarasa dan belarasa sejati mempunyai makna dan pengaruh bila bermuara pada keadilan. Maka, keadilan selalu mengandaikan bahwa hak manusia, terutama yang paling asasi, diperjuangkan dan diakui.

Yesus menyembuhkan dua orang kerasukan setan bukan saja karena belarasa apalagi kasihan, tetapi karena memang hakikat panggilan dan perutusan-Nya adalah mengembalikan manusia kepada keutuhan atau integritasnya sebagai anak-anak Allah. Tindakan kita mesti seperti tindakan Yesus: mengembalikan sesama manusia dan diri kita kepada jati diri yang asli sebagai satu-satunya milik Tuhan.

Kita sering menjumpai situasi-situasi pelik yang menuntut pertimbangan kemanusiaan. Tuhan hadir di dunia untuk mengasihi manusia, khususnya mereka yang terpinggirkan dalam kehidupan sosial dan yang hidupnya dikuasai oleh roh jahat. Apabila Tuhan sendiri berkenan memihak pada manusia, tentu kita harus menunjukkan sikap yang sama, yakni dalam segala keadaan pertama-tama mengusahakan keselamatan dan kesejahteraan sesame manusia.

 

Lucy Ambarwati/ Tim KKS Paroki Kelapa Gading