December 4, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Rabu, 4 Desember 2019

Rabu, 4 Desember 2019
Yes. 25:6-10aMzm. 23:1-3a,3b-4,5,6Mat. 15:29-37.

Saat mengalami kejenuhan dalam pelayanan, pekerjaan atau tugas rutin, umumnya seseorang mencari pelepasan sejenak dengan mengajak anggota keluarga atau teman terdekat untuk kuliner, ngopi sambil ngobrol, dstnya. Sejenak kita bisa melupakan kepenatan dalam diri kita, bahkan mungkin kita menjadi segar kembali setelah bertemu orang-orang yang memberikan daya ‘penyembuhan’ instant dengan canda dan tawa.

Pada intinya ingin dikatakan bahwa seseorang tidak mungkin hidup sendiri, karena pasti akan membutuhkan ‘teman’ untuk menyalurkan energi negatifnya. Dengan kata lain, seseorang pasti membutuhkan komunitas. Dalam komunitas, berbagai perilaku orang dengan berbagai ‘keahlian’ bersatu membaur. Disanalah terkadang kita merasakan ada tempat pelepasan untuk kegaduhan atau kepenatan diri. Disanalah terkadang teman yang memiliki kesulitan memperoleh jalan keluar dari kesulitan yang menderanya.

Bacaan injil hari ini memperlihatkan bagaimana orang banyak berbondong-bondong membawa orang-orang sakit datang kepada Yesus mencari penyembuhan namun tidak membawa bekal makanan yang cukup.Yesus tidak hanya memberi kesembuhan kepada ‘komunitas’ orang-orang sakit tersebut, tapi  juga kemudian memberi makan jasmani pada mereka. Yesus secara nyata mengajarkan para murid dan orang banyak disana untuk ikut memikirkan kesulitan orang lain secara total, tidak setengah-setengah.  Menolong orang tidak dengan setengah hati, karena Tuhan tidak pernah memberi berkat kepada umat-Nya dengan setengah hati.  Inilah yang mau diajarkan Tuhan dalam sebuah komunitas. Saling memberi diri kepada sesama secara penuh, tidak ragu-ragu dalam menolong karena berkat yang dianugerahkanTuhan pada dasarnya bukan untuk previlege pribadi, namun juga ada bagian milik orang lain yang membutuhkan dan harus dibagikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kitapun banyak memiliki komunitas dari keluarga hingga komunitas dari berbagai kelompok dan minat. Dan hari ini kita diajarkan Yesus untuk membangun komunitas dimana para anggotanya diharapkan juga bisa bertumbuh dalam iman. Semoga kita semakin bijak dalam berkomunitas, bukan hanya untuk memuaskan hal-hal duniawi semata, namun agar melalui komunitas senantiasa dapat menghadirkan Tuhan sehingga ada kasih Tuhan mengalir di dalamnya.

Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu bisa menjadi terang dalam setiap komunitas yang kami jumpai. Amin.

Djoli Nizar / Tim KKS