February 22, 2020 Renungan Harian N Admin Share Articles
Sabtu, 22 Februari 2020

Sabtu, 22 Februari 2020
Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul.
Surat Pertama Rasul Petrus 5:1-4; Matius 16:13-19.

Ketika mengunjungi Basilika Santo Petrus di Vatican City, kita dapat berdoa di depan patung Santo Petrus yang sedang memegang ‘Kunci Surga’.   Santo Petrus adalah seorang nelayan sederhana dari Galilea, yang hidupnya berubah drastis ketika Yesus memanggilnya untuk menjadi murid-Nya bersama saudaranya, Andreas  dan murid-murid lainnya yang berjumlah 12. Dalam proses menjadi murid Yesus, Petrus tampaknya menjadi juru bicara bagi Kelompok 12 Rasul yang mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup. Pengakuan Iman Petrus merupakan Wahyu Allah yang mengantarnya menjadi Paus pertama, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku…  Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga” (Mat 16:18-19).  Santo Petrus telah menyangkal Yesus 3 kali ketika mengikuti Yesus yang akan ditangkap untuk diadili.  Tetapi mengapa ia yang telah menghianati gurunya malah terpilih menjadi Paus pertama?  Sebenarnya ia adalah murid yang sangat setia dan satu-satunya murid yang mengikuti Yesus menjelang penyaliban-Nya.    Pro dan kontra atas perilaku  Petrus, yang adalah murid utama Yesus, tetapi menyangkal Yesus 3 kali, diakhiri dengan ‘happy ending’ karena kemudian Petrus bertobat dan kembali menjadi pemimpin dari murid-murid Yesus, sampai diberi berkat menjadi Paus Pertama.

Sebagai makluk ciptaan Allah, perilaku manusia baik atau buruk, munafik atau tulus tidak dapat mengelabui-Nya yang telah membentuk manusia seturut  Citra-Nya agar dapat berperilaku seperti-Nya.   Petrus telah dipilih Allah untuk memimpin jemaat-Nya dengan janji-Nya, “Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat 16:19).  Tidak ada kekuatan manapun yang dapat melawan Allah dan menghancurkan jemaat-Nya.  Seperti berita-berita tentang Paus yang mengalami konflik-konflik kepentingan dan politik, telah terjadi sejak Tahta Suci Santo Petrus, yang gereja rayakan hari ini.   Sampai saat ini berita-berita positif maupun negative tentang Paus dan Tahta Suci selalu ditunggu umat di seluruh dunia.  Tetapi kita percaya, Yesus selalu mendampingi jemaat-Nya, sejak jaman Petrus sampai kepada kita yang masih berziarah di dunia ini, “….alam maut tidak akan menguasainya” (Mat 16:18).

Kita bangga menjadi umat Gereja Katolik, memiliki Santo Petrus dan penerus- penerusnya yang menggembalakan domba-domba untuk melayani bukan dilayani, untuk mengampuni bukan menghakimi dan siap berkoban, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian…menjadi teladan bagi kawanan domba itu..” (1 Pet 5:2-3).  Pesan ini berlaku juga bagi kita yang telah menerima Sakramen Permandian, untuk mengabdi dan melayani tanpa pamrih, menjadi penjala-penjala manusia, “Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu” (1 Pet 5:4).

Doa: Puji dan syukur kami panjatkan kepada-Mu Yesus yang telah memilih kami untuk menjadi Terang-mu  menjadi penjala-penjala manusia. Amin.

Rosita Djuwana/Tim KKS Paroki Kelapa Gading.