October 5, 2019 Renungan Harian N Admin Share Articles
Sabtu, 5 Oktober 2019

Sabtu, 5 Oktober 2019
Bacaan 1     : Bar   4:   5-12, 27-29
Bacaan Injil : Luk 10: 17-24

KEMBALI KE JALAN YANG BENAR

“Namun demikian, janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga.” (Luk 10:20) Begitulah ungkapan Yesus atas laporan dari para murid bahwa setan-setan takluk kepada mereka.  Para murid keheranan sekaligus bergembira atas takluknya setan-setan.   Ungkapan Yesus mengajak para murid bahwa kegembiraan bukanlah  hasil kerja dan kekuatan mereka semata, tetapi lebih karena kuasa Yesus.    Hidup mereka yang berkenan menghasilkan buah yakni  anugerahNya  yang akan mereka terima.   Nama mereka tercatat di surga, termasuk dalam keluarga Allah.   Keberhasilan tidak menjadi alasan mereka untuk menyombongkan diri.  Kesombongan menjadikan bangsa Israel lupa akan “Pengasuhnya”, yakni Allah yang kekal, sehingga kesedihan, tangisan dan murka Allah jatuh atas mereka    (Bar 4:8-11)

Perutusan kita di dunia sesungguhnya juga gambaran melawan kejahatan dengan kebaikan dalam perjalanan hidup menuju surga.  Usaha kita saat ini melanjutkan serangan kerajaan setan di dunia seperti dilakukan Yesus.   Para setan jatuh dari langit karena perutusan para murid saat itu (Luk 10:18).  Kita diingatkan bahwa Kemenangan/keberhasilan diperoleh bukan hanya  karena usaha/kegiatan-kegiatan dangkal dan usaha kita semata,  tetapi karena kuasa dan nama Yesus.   Dia terlibat dalam segala keberhasilan dan usaha-usaha manusia.    Meski di dalam keberhasilan, kerap kali kesederhanaan tersembunyi dan menjadi terabaikan.  Dibutuhkan pertobatan dan kerendahan hati agar mampu  menangkap, melihat dan mendengar kehendakNya yang tersembunyi.  Seperti halnya Yesus menjadi pengantara yang mampu membagikan pengetahuan, kasih dan kehendak Bapa,  selayaknya kita juga mampu mewujudkanNya dalam perbuatan kasih.  Tidak  melupakan, menyedihkan hatiNya bahkan sampai menjadikan diri kita tawanan keberhasilan dunia, seperti gambaran ketidaksetiaan Israel dalam bacaan pertama.   Meskipun demikian  Ia tetap membebaskan  dan menyelamatkan asalkan mereka dan kita,  kembali ke jalan yang benar. “Memang Dialah yang telah mengirimkan bencana itu kepadamu, tetapi Dia pulalah yang akan mengirimkan sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu.” (Bar 4:29).   Percayakah kita bahwa upah terbesar bukan dari dunia, melainkan kemuliaan surgawi?  Kegembiraan hidup yang utama bukan karena keberhasilan dalam pekerjaan kemanusiaan kita, tetapi masuk dalam golongan orang yang terdaftar di surga?

Doa  : Ya Bapa…kami mohon bantuan rahmatMu untuk senantiasa kembali ke jalan yang benar agar pantas masuk ke dalam daftar nama di surga.  Amin.

Tim KKS St. Yakobus