Headline News Share Articles

“SALIB AJAIB”

Salib ini diturunkan dari altar Gereja San Marcello al Corso oleh personil Vatikan Rabu malam, dan diperkirakan akan dipasang sementara di Lapangan Santo Petrus pada hari Kamis, menurut wartawan Vatikan Francesco Antonio Grana.

Salib yang dipersiapkan untuk doa Paus “Urbi et Orbi” dan “Indulgensi Penuh” tanpa kehadiran umat, besok Jumat, 27/3, pkl 18.00
tersebut dihormati sebagai mukjizat oleh orang-orang Roma karena benda itu adalah satu-satunya barang religius yang selamat tanpa cacat dari kobaran api besar, yang benar-benar memusnahkan gereja pada 23 Mei 1519.

Kurang dari tiga tahun kemudian, Roma mengalami serangan “wabah hitam.” Atas permintaan umat Katolik Roma, salib diambil dari biara Hamba Maria di Via del Corso ke Lapangan Santo Petrus untuk prosesi, dimana salib ajaib akan berhenti di setiap kuartal di Roma.

Prosesi berlanjut 16 hari, dari tanggal 4 Agustus hingga 20 Agustus 1522. Ketika salib dikembalikan ke St. Marcellus, wabah telah menghilang dari Roma.

Sejak itu, salib ajaib tersebut dibawa ke Lapangan Santo Petrus setiap Tahun Suci Roma – sekitar setiap 50 tahun – dan bersama salib tersebut juga diukir di punggungnya nama-nama setiap paus yang menyaksikan prosesi tersebut. Nama terakhir yang diukir adalah nama Paus St. Yohanes Paulus II, yang memeluk salib pada “Hari Pengampunan,” selama Tahun Yobel 2000.