Headline News Share Articles

Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel

Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel

Hari ini adalah Pesta Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel.
Pesta ini memperingati rahmat perlindungan dan kasih yang diberikan oleh Bunda Maria kepada para pertapa di Gunung Karmel.

Menurut catatan sejarah Karmelit yang paling kuno, Ordo ini memiliki asal-usul dari murid-murid nabi Elia dan Eliseus. (Kitab Raja-raja). Mereka tinggal di gua-gua di Gunung Karmel.

Pada abad ke-12, banyak peziarah dari Eropa serta Tentara Perang Salib datang ke Gunung Karmel untuk bertobat dan mengikuti Yesus Kristus. Mereka bergabung dengan para pertapa di Gunung Karmel. Mereka menghormati Maria sebagai Bunda, Ratu Surga, Pelindung, Perawan yang melahirkan Juruselamat. Dalam perjalanan waktu, di abad 12 disusunlah peraturan hidup bagi para pertapa Karmelit.

Di tengah banyaknya penganiayaan dan perang di Tanah Suci pada abad 12, para Karmelit menyebar ke Eropa.

Dikisahkan bahwa pada 16 Juli 1225, Bunda Maria meminta Paus Honorius III untuk mengesahkan Ordo ini, yang dilakukan oleh Paus Honorius pada 30 Januari 1226.

Santo Simon Stock, Pemimpin Ordo, menoleh dengan keyakinan penuh bakti kepada Santa Bunda Allah. Saat ia berlutut dalam doa pada 16 Juli 1251, di biara Biarawan Putih di Cambridge, Bunda Maria muncul dihadapannya dan menyajikan skapulir coklat. Hal ini diberikan sebagai jaminan, bagi semua yang meninggal memakainya, mendapat perlindungan surgawi Bunda Maria dari kematian kekal. Suatu janji perlindungan dari Bunda Maria, sekaligus butuh doa dan cinta besar dari manusia kepada Allah dan Bunda Maria.

Penggunaan skapulir coklat terus dipertahankan oleh keluarga besar Ordo Karmel dan Ordo-Ordo lain. Bulla Sabbatina merupakan bulla yang menerangkan bagaimana skapulir coklat dapat membebaskan pengguna skapulir dari api penyucian.

Janji seutuhnya dari Bunda Maria Gunung Karmel Carmel kepada St. Simon Stock 16 Juli 1251:

“Terimalah Skapulir ini. Yang akan menjadi tanda keselamatan, perlindungan dalam bahaya dan janji perdamaian. Barang siapa meninggal berpakaian Skapulir ini tidak akan menderita api abadi.”

Devosi kepada pakaian yang terberkati ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia Kristen.
Paus demi Paus memperkaya dengan indulgensi, dan tak terhitung mukjizat yang dimeteraikan atas kemanjurannya.

Yang pertama terjadi di Winchester pada seorang pria sekarat yang putus asa, yang ketika skapulir diletakkan dibawah badannya oleh St. Simon Stock seketika itu juga ia meminta Sakramen.

Pada tahun 1636, seorang pria terhormat, anggota dari resimen kavaleri, terluka parah di pertempuran Tehin, peluru bersarang di dekat jantungnya. Dia berada dalam keadaan dosa besar, tapi ia punya waktu untuk membuat pengakuannya. Setelah itu dokter bedah memeriksa lukanya, dan peluru itu ditemukan telah mendorong skapulir kedalam jantungnya. Ketika telah ditarik ia segera terbebaskan, membuat tindakan rasa syukur yang mendalam kepada Santa Perawan yang memperpanjang hidupnya secara mukjizat, sehingga menjaga dia dari kematian kekal jiwanya.

Santa Perawan Maria Bunda Karmel hadir pada peristiwa penampakan
di Lourdes pada tahun 1858, sang Perawan Maria menampakkan diri 18 kali. Pada penampakan terakhir di tanggal 16 Juli, pesta Bunda Maria dari Gunung Karmel, hari dimana Gereja memperingati penampakan Bunda Maria kepada St. Simon Stock.

Dan juga di Fatima pada tanggal 13 Oktober 1917, sebagai Bunda Maria dari Gunung Karmel Ia menampakkan diri ketika mengucapkan selamat tinggal kepada ketiga anak. Sepanjang jaman, Ratu dari Karmel selalu terus mencermati dengan setia nasib anak-anak yang dikasihi-Nya di bumi.

Selamat Hari Raya Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel

Berkat Allah dan Perlindungan Bunda Maria bersama seluruh keluarga.
🔥✝️🔥